Senin , Desember 18 2017
Home / LENSA & VISUAL / POLLING: MENGUKUR KINERJA BEM DAN DPM FH-UH

POLLING: MENGUKUR KINERJA BEM DAN DPM FH-UH

Sumber: Rosetta Stone Communications

Sumber: Rosetta Stone Communications

Hasil polling yang diselenggarakan Divisi Litbang dan Advokasi Media LPMH-UH pada tanggal 17 Oktober 2016. Responden terdiri atas sembilan orang perwakilan UKM FH-UH yang mengatasnamakan lembaganya.

BEM FH-UH

Sesuai amanat Konstitusi Keluarga Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Kema FH-UH), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) berfungsi sebagai lembaga pelaksana dan penanggung jawab kerja-kerja organisasi dalam lingkup Kema FH-UH. Berdasarkan hasil evaluasi triwulan yang dilakukan oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), BEM FH-UH periode 2016-2017 hanya menjalankan 30% program kerjanya hingga memasuki 6 bulan masa kepengurusan.

 

INTENSITAS KEHADIRAN

intensitas-kehadiran

(77,8% UKM menilai bahwa pengurus BEM jarang hadir)

 

STRUKTUR KEPENGURUSAN

struktur-kepengurusan

(55,6%UKM menjawab tahu struktur kepengurusan BEM)

 

FORUM BEM

forum-bem

(88,9% UKM berpendapat jarang dilibatkan dalam Forum yang diadakan oleh BEM)

 

TINGKAT KEPUASAN

tingkat-kepuasan

(55,6% UKM menjawab tidak puas dengan kinerja BEM)

 

PERUBAHAN INTERNAL

perubahan-internal

(77,8% UKM berpendapat bahwa perlu diadakannya perubahan internal BEM)

 

 

DPM FH-UH

Sesuai amanat Konstitusi Keluarga Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Kema FH-UH), Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) berfungsi sebagai lembaga yang memiliki fungsi legislasi dan fungsi pengawasan. Maka dari itu, kualitas kinerja DPM, memberi pengaruh pada capaian kinerja BEM.

 

STRUKTUR KEPENGURUSAN

dpm-struktur-kepengurusan

    (55,60% UKM menjawab tahu tentang struktur kepengurusan DPM)

 

PENYAMPAIAN ASPIRASI

dpm-penyampaian-aspirasi

         (44,40% UKM berpendapat jarang menyampaikan aspirasi)

 

PENJARINGAN ASPIRASI

dpm-penjaringan-aspirasi

         (44,40% UKM menilai DPM tidak pernah turun langsung mendengar aspirasi)

 

FUNGSI PENGAWASAN

dpm-fungsi-pengawasan

  (55,60% UKM berpendapat jika DPM tidak maksimal dalam menjalankan fungsi pengawasan)

 

TINGKAT KEPUASANdpm-tingkat-kepuasan

   (66,70% UKM FH-UH kurang puas terhadap Kinerja DPM)

 

MUSYAWARAH ASPIRASI

dpm-musyawarah-aspirasi

        (88,90%UKM menjawab perlu untuk diadakan musyawarah aspirasi)

 

KOREKSI:

*Kalimat “6 bulan kepengurusan” yang dimaksud pada pengantar polling BEM FH-UH adalah “4 bulan kepengurusan”
“Kalimat “tidak mengetahui struktur” yang dimaksud pada polling nomor 2 terkait penjelasan struktur kepengurusan bem adalah “mengetahui”  

16 comments

  1. what happen with our small country?

    read:lawfaculty

  2. Mahasiswa cerdas

    Kalau benar kaharmawansyah non aktif,  berarti mahasiswa hukum unhas dipimpin sama masyarakat bukan mahasiswa?  Tabe DPM supaya ada gunanya mungkin bisa diusut. Bisa malu mahasiswa fakultas hukum kalau ditau, susah juga wkwkwkwk

  3. Terima kasih atas komentar dari pembaca. Kami menghargai beberapa saran yang masuk untuk memperketat verifikasi dalam kolom komentar. Sesuai dengan kebijakan redaksi, maka kami menghapus beberapa komentar yang berbau SARA dan tidak menggunakan identitas diri yang benar. Hal ini dimaksudkan agar pembaca dapat mempertanggungjawabkan komentarnya. Untuk komentar selanjutnya, pembaca diharapkan menggunakan identitas diri yang benar dan memberikan komentar yang tidak berbau SARA. Mari tetap menjaga iklim demokrasi di lingkup wilayah Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin.

  4. Bismillah, semoga kita terhindar dari segala bentuk perpecahan. Hasil poling ini sbnrnya bsa dijdikan tolok ukur bhwa LEMA FH-UH akan sulit berjaya tnpa partisipasi dr segenap.keluarga bsar FH-UH, hrusnya ini menjadi momentum kita bersma2 kembali mrumuskan dan mlaknsakan krja2 kolektif. Ttap smngat dan ikhlas bkrja, kami ada untuk turut menyukseskan Lembaga Mahasiswa FH-UH,

  5. Wah wah luar biasa, itu mengkritik atau apaan ? Kayak tidak berpendidikan atau saking berpendidikannya hingga tidak mengindahkan lagi etika & prinsip moralitas ? Apalagi tidak menyertakan identitasnya sebgai seorang pengkritik. Jangan begitu tawwah, merusak nama baik lembaga tertentu, jangan sampai ada yg mencoba memecah belah. 

    Saya selaku mahasiswa angkatan 2014 FH UH sngat miris ternyata yg katanya keluarga mahasiswa ini. Apalagi kalau sudah menyangkut isu SARA, sangat fatal ketika sudah keluar statement seperti itu. Identitas Online sudah skala besar yang diluar lingkup fakultas hukum, malu kita kalau seperti ini 

  6. Muhammad Vikar Al Khaerat

     

     

    Klarifikasi

    Keluarga Besar Lorong Hitam tidak pernah, secara personal maupun komunitas, menulis dan membuat komentar provokatif seperti di atas. Ini sangat jelas perbuatan “manusia tanpa kelamin” yg ingin merusak nama Lorong Hitam dan merusak suasana kondusif FHUH. Lorong Hitam adalah komunitas multi etnis, yg di dalamnya terdapat berbagai jenis suku dari berbagai daerah, termasuk bone, luwu dan makassar.

    Jika kedepan, masih ada komentar atau pernyataan provokatif yg mengatas namakan Lorong Hitam, kami tegaskan, itu bukan dari Keluarga Besar Lorong Hitam !!

    Kami juga menyarankan kepada admin web ini, agar memberi filter terhadap komentar2 provokatif yg menggunakan akun anonym, sehingga kondusifitas FHUH dapat tetap terjaga.

    Mohon maaf atas ketidak nyamanan yg disebabkan oleh komentar2 dari akun provokator di atas. 

    Sekian dan terima kasih. 

    Ttd,

    Keluarga Besar Lorong Hitam

  7. Bukan Pak Hamzah

    hati-hati dalam mengeluarkan argumen adinda, 

    kalau kalian percaya akan adanya Tuhan, yakin setiap perbuatan ada balasannya.

  8. hati-hati provokasi…

    hati-hati kalau pakai namanya orang lain berkomentar bos!! 

  9. Pengumuman bahwa sdr.  Kaharmawansyah / presiden senat mahasiswa Hukum, berstatus mahasiswa non aktif dikarenakan tidak bayar SPP.Artinya semua kebijakannya dianggap tidak mempunyai kekuatan hukum tetap.  Tolong diproses oleh Wakil dekan bidang kemahasiswaan.Demikian penyampaian.Ttd.rektor@

  10. Ini juga sistemnya eksepsi perketatki jngn gampang skali buat komtr dsni.tanpa identitas. 

  11. 80.90% menginginkan musyawarah aspirasi. Tabe’ Peka ki DPM. Sy rsa ini cara cerdas drpda harus memaki yg terkesan konyol dn tak lebih dri apa dn siapa yg d kritik. 

  12. Selaku anggota DPM

    Tabe soal pmh3 kemarin pasnya pembicaran BEM dan DPM itu pres blng sodara rio mengundurkan diri jadi kalau memang rio tidak mengundurkan diri silahkan beritahu dpm

  13. pelan-pelan ki, mengkritik biasa ji, tapi jangan ki belajar memaki. Agak kurang terdidik kalau memaki. Jgn juga bawa daerah nya, karena Rasis ki itu. belajar menjadi cerdas itu penting. Jika dia keluar dari rule, kritik pelanggaran nya, sertai dengan bukti2. Saya kira teman-teman belajar hukum, jadi sudah tau cara mengkritik nya yang juga berdasarkan hukum. Jangan mi memaki kesyian, gak cerdas ki kelihatannya. Jangan mi sebut juga dari mana asal nya, bisa menimbulalkan saling permusuhan, jgn juga mengkritik pribadi orang. Kritik kebijakan dan program nya yang tidak jalan

  14. SEMOGA yg berkomentar dengan kata kasar bukan ji MAHASISWA hukum. Indonesia tidak butuh pemuda pemaki-maki. Menggunjing adalah tindakan orang-orang lemah. 

    Untuk Presiden: ingat janji ta anak muda. laki-laki dipegang bicaranya.

    DPM:  Banyak kutu loncat disini (DPM) na kira kapang senayan ini. kolaborasi dgn BEM, kasian KEMA. kurangi kompetisi perbanyak kolaborasi. yg lalu biar mi berlalu.

    pak WD 3 yang dipertuan agungkan: ingat ki’ dosen twet berdiri, mahasiswa selfie berlari, apa yg kita lakukan akan diteladani dgn anak mahasiswayya.

    mahasiswa: contoh mki saja yg baik. contoh yg bermanfaat baik saja. memperjuangkan kebenaran harus dgn cara-cara yg benar.

    • Saya sangat setuju dengan kanda ode’ ,tp  press sudah melanggar janji akan berlaku adil bagi mahasiswa fh-uh waktu di sumpah , tapi nyatanya dia memalsukan hak dari orang lainnnn, seperti pmh 3 ini belum ada kejelasan , dpm hanya diam dan bem ttp dengan senyumannya 

  15. dimana dpm lagi ini juga ? Hancur betul

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*