Kamis , September 20 2018
Home / LIPUTAN / Feature / Gadis Kecil Pekerja Keras

Gadis Kecil Pekerja Keras

Wulan saat diwawancarai oleh kru Eksepsi pada Kamis (5/10).

Wulan saat diwawancarai oleh kru Eksepsi pada Kamis (5/10).

Makassar, Eksepsi Online – Siang itu, Kamis (5/10), kondisi Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (FH-UH) terlihat ramai. Para mahasiswa sedang duduk di sekretariat Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), gazebo dan pelataran kelas H-1. Ada yang menunggu jadwal kuliah selanjutnya, ada yang berdiskusi dan ada juga mahasiswa yang beristirahat setelah kuliah.

Di sela-sela aktivitas tersebut, tampak dari kejauhan seorang anak kecil menenteng keranjang berwarna hijau berisikan kue jajanan. Rasa penasaran ingin mengenal sosok anak kecil ini lebih dekat. Kru Eksepsi pun menghampiri dan mengajaknya untuk bercengkerama. Namanya Sri Wulandari, biasa disapa Wulan. Usianya 12 tahun, sekarang ia duduk di bangku kelas enam Sekolah Dasar (SD).

Berbeda dari anak sebayanya yang masih bisa bermain di taman dan menghabiskan waktu dengan bermain gadget canggih mereka, Wulan harus menanggung beban hidup, ia harus merelakan masa kecilnya dengan berjualan jalangkote. Biasanya, ia berjualan sepulang sekolah bersama sepupu dan adiknya. Semua itu ia lakukan dengan ikhlas demi membantu perekonomian keluarganya.

Setiap hari Wulan dengan gigih menjajakan dagangannya. Jalangkote ia jual dengan harga Rp 1.000 per biji. Dari hasil menjualnya, ia selalu berharap ada sedikit keuntungan yang dapat diberikan kepada kedua orang tuanya yang hanya bekerja sebagai cleaning servis dan tukang ojek. “Kalau jualan, saya berharap dapat untung untuk diberikan kepada ibu,” harapnya.

Terbiasa, mungkin salah satu kata yang melekat pada anak ini. Saat masih berusia 2 tahun ibunya selalu membawanya untuk menemani menjual. Sekarang, ia mengganti peran ibunya, semua itu ia lakukan demi menggapai cita-cita dan membantu perekonomian keluarga. “Hal yang selalu menjadi motivasi saya melakoni pekerjaan ini karena ingin menggapai cita-cita menjadi dokter dan juga saya bisa membantu orang tua mencari nafkah,” tutur anak yang memiliki lesung pipi ini.

Menelusuri lebih lanjut kisah hidup Wulan, kami mencoba mewawancarai beberapa mahasiswa yang akrab dengan Wulan, salah satunya AJ Ghazali. Menurut AJ, Wulan adalah seorang anak yang sangat gigih bekerja demi membantu perekonomian keluarganya. “Saya merasa salut karena di umur Wulan yang masih terbilang belum dewasa ia sudah bisa membantu orang tuanya mencari nafkah,” ujar mahasiswa angkatan 2014 itu.

Selain giat bekerja, AJ juga melihat sosok Wulan sebagai anak yang memiliki rasa keingintahuan yang tinggi. Ia biasa bertanya dan belajar tentahng pelajaran hukum dari mahasiswa.

Senada dengan AJ, Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Sepak Bola FH-UH Lisna Meyanti Muchlis sangat mengapresiasi Wulan yang sudah bisa mencari uang sendiri di usianya yang belum dewasa. Lisna mengungkapkan seharusnya di era sekarang ini, sosok Wulan harus dijadikan contoh dalam membentuk moral anak. “Kita bisa jadikan contoh sifat Wulan yang pekerja keras dan tidak manja,” ungkapnya saat ditemui Senin (16/10).  (Rza&Iwn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*