web analytics
header

Seminar dan Workshop Sebagai Upaya Tingkatkan Sektor Pertanian

Seminar dan workshop “Jadilah Petani Milenial” yang diadakan di Aula Prof. Mattulada Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin (FIB) Unhas pada Rabu (8/11). Syr

Seminar dan workshop “Jadilah Petani Milenial” yang diadakan di Aula Prof. Mattulada Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin (FIB) Unhas pada Rabu (8/11). Syr
Seminar dan workshop “Jadilah Petani Milenial” yang diadakan di Aula Prof. Mattulada Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin (FIB) Unhas pada Rabu (8/11). Syr

Makassar, Eksepsi Online – Universitas Hasanuddin (Unhas) dan PT. Mars Indonesia menggelar seminar dan workshop sebagai upaya meningkatkan sektor pertanian. Kegiatan yang diberinama “Jadilah Petani Milenial” ini diadakan di Aula Prof. Mattulada Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin (FIB) Unhas pada Rabu (8/11).

Ishaq Rahman selaku ketua pelaksana menyampaikan bahwa, kegiatan seminar dan workshop ini bertujuan untuk menarik minat anak muda, terkhusus untuk mahasiswa agar tertarik pada sektor pertanian. “Banyak kita lihat sekarang ini, mahasiswa alumni Fakultas Pertanian sudah tidak melirik sektor pertanian sebagai lahan perkerjaanya lagi, bahkan tidak mau terlibat di dalamnya. Maka, kegiatan ini untuk memotivasi mereka agar kembali membangun sektor pertanian,” jelas Ishaq. 

Mengusung tema “Literasi Kewirausahaan Industri Kreatif Sektor Pertanian-Perkebunan Bagi Mahasiswa dan Generasi Muda” kegiatan ini menghadirkan Pakar Fakultas Pertanian Unhas Dr. Untung Suropati, Bupati Luwu Utara Indah Putri Indrayani, Peneliti  Indonesian Society for Social Tranformation (Insist) Nurhady Sirimorok dan Cocoa Doctor Nahrul sebagai pemateri.

Menanggapi kegiatan ini, Dr. Syamsia selaku Dosen Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah yang diwawancarai kru Eksepsi berpendapat bahwa, kegiatan ini sangat bagus dan memberi banyak motivasi untuk dirinya dan mahasiswa agar meningkatkan sektor pertanian.  “Tidak ada bagian dari tumbuhan yang tidak bernilai ekonomis, maka perlu ditanyakan jika ada lulusan Fakultas Pertanian yang menjadi pengangguran,” ungkapnya. Adapun peserta yang hadir pada kegiatan ini berasal dari kalangan akademisi, pegiat lingkungan, mahasiswa dan masyarakat umum. (Syr)

Related posts: