Senin , Desember 18 2017
Home / LIPUTAN / Aktifitas / Ratusan Mahasiswa FH-UH Aksi Kasus E-KTP

Ratusan Mahasiswa FH-UH Aksi Kasus E-KTP

Ratusan Keluarga Mahasiswa Kema Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Kema FH-UH) melakukan aksi di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa (21/11). Rst

Ratusan Keluarga Mahasiswa Kema Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Kema FH-UH) melakukan aksi di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa (21/11). Rst

Makassar, Eksepsi Online – Ratusan Keluarga Mahasiswa Kema Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Kema FH-UH) hadir pada aksi demonstrasi terkait keterlibatan Setya Novanto Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPR-RI) di Mega Korupsi E-KTP. Aksi demontrasi tersebut berlangsung di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa (21/11).

Ditemui usai aksi, Didi Muslim Sekutu selaku Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FH-UH mengatakan bahwa aksi yang berlangsung tersebut sudah sesuai dengan rencana yang telah disusun sebelumnya.

Lebih lanjut, dirinya menjelaskan bahwa pengawalan terhadap kasus tersebut tidak hanya sampai pada aksi tetapi juga akan ada follow up dari kementrian Politik dan Hukum BEM FH-UH. “Salah satu opsinya dengan memantau dan mengkaji isu tadi,” jelasnya.

Didi juga berharap semoga aspirasi yang disampaikan oleh teman-teman mahasiswa FH-UH dapat dikabulkan dan Indonesia akan menjadi negara yang bebas korupsi.

Salah satu peserta aksi, Jumar mengungkapkan bahwa aksi yang dilakukan oleh Kema FH-UH ini sangatlah positif, hal itu dikarenakan aksi ini untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang sikap atau keberpihakan mahasiswa utamanya dari kawasan timur Indonesia. “Untuk menjawab beberapa kalangan yang mempertanyakan bahwa mana aksi dari mahasiswa Indonesia Timur,” tuturnya.

Terakhir, ia berharap ke depannya Kema FH-UH dapat selalu tanggap dalam mengawal isu-isu yang sedang berkembang dan juga seluruh mahasiswa dapat ikut berpartisipasi dalam hal tersebut. “Karena kalau bukan kita yang sadar melakukan perubahan, siapa lagi,” tutupnya.

Aksi demonstrasi tersebut membubarkarkan diri setelah diterima oleh Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Moh. Roem dan mengirimkan Faximile ke DPR-RI. (Rst)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*