Senin , Oktober 22 2018
Home / LIPUTAN / Aktifitas / LP2M Unhas Kerjasama dengan Jurnal Perempuan Gelar Pendidikan Publik

LP2M Unhas Kerjasama dengan Jurnal Perempuan Gelar Pendidikan Publik

Kegiatan pendidikan publik yang digelar LP2M bekerjasama dengan Jurnal Perempuan dan Kedutaan Besar Canada untuk Indonesia dan Timor-Leste di Gedung Ipteks Unhas, Kamis (1/2).

Kegiatan pendidikan publik yang digelar LP2M bekerjasama dengan Jurnal Perempuan dan Kedutaan Besar Canada untuk Indonesia dan Timor-Leste di Gedung Ipteks Unhas, Kamis (1/2).

Makassar, Eksepsis Online – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Hasanuddin (Unhas) bekerjasama dengan Jurnal Perempuan dan Kedutaan Besar Canada untuk Indonesia dan Timor-Leste menggelar Pendidikan Publik di Gedung Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni (Ipteks) Unhas, Jumat (1/3).

Kegiatan pendidikan publik yang bertema “Feminisme dan Cinta” ini bertujuan untuk memperingati Hari Perempuan Internasional dan sekaligus dirangkaikan dengan kegiatan peluncuran Jurnal Perempuan edisi 96.

Kegaitan ini dibuka oleh Prof. Dr. Armin Arsyad.selaku Sekertaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Unhas. Beliau mengungkapkan bahwa pendidikan publik ini dapat memberikan pemahaman  dalam pemilihan cinta harus ada persamaan hak dalam cinta.

“Membahas cinta menjadi masalah yang berkaitan erat dengan kehidupan manusia dan tentunya perlu ada kesetaraan hak bagi perempuan dan laki-laki dalam memilih cinta,” ungkapnya.

Atnike Nova Sigit selaku Direktur Eksekutif Yayasan Jurnal Perempuan juga menjelaskan bahwa, tema feminis dan cinta diangkat demi memberikan perubahan pandangan bagi generasi mendatang dalam memandang defenisi cinta.

“Feminisme menjadi cara baru dalam memberikan perubahan bagi mahasiswa sebagai generasi penerus, sebab dalam memaknai cinta tidak lagi hanya hubungan romantis belaka yang kerap membatasi hak perempuan,” jelasnya.

Selanjutnya, Eman Memay Harundja salah satu peserta Pendidikan Publik Jurnal Perempuan berharap kegiatan ini mampu memberikan kesadaran bahwa feminis menjadi solusi dalam memberikan kesetaraan hak bagi seluruh gender.

“Saya menganggap bahwa feminis tidak hanya menyangkut pembebasan kepada satu gender namun, semua gender itu memiliki hak  yang sama sehingga dalam pemberian kebebasan tentu perlu ada kesetaraan dalam semua gender yang ada.” harapnya. (Fit)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*