Minggu , April 22 2018
Home / LIPUTAN / Aktifitas / HPMIG Bahas Peran Mahasiswa Rantau melalui Diskusi

HPMIG Bahas Peran Mahasiswa Rantau melalui Diskusi

Suasana diskusi HPMIG

Suasana diskusi HPMIG

Makassar, Eksepsi Online – Himpunan Pelajar Mahasiswa Indonesia Gorontalo (HPMIG) cabang Makassar menggelar diskusi dengan tema “Peran Mahasiswa Rantau terhadap Kampung Halaman Melalui Organisasi Daerah”. Diskusi yang dirangkaikan dengan bazaar tersebut diadakan pada Sabtu (24/3) bertempat di Warkop Jaya Abadi Jl. A.P. Pettarani dan dihadiri oleh ketua-ketua Organisasi Daerah (Organda) lainnya yang ada di Kota Makassar.

Ketua HPMIG Makassar Rahmat Usu, dalam diskusi tersebut mengatakan bahwa salah satu hal yang telah dilakukan dalam memenuh peran sebagai mahasiswa rantau diantaranya yaitu dengan membuat program kerja organisasi yang memiliki dampak langsung untuk daerah, “Kami HPMIG Makassar melaksanakan salah satu program kerja yaitu Bakti Sosial yang sangat membantu dan berdampak langsung di daerah asal kami yaitu Gorontalo” ucapnya.

Sejalan dengan hal tersebut, untuk memaksimalkan peran para mahasiswa rantau terlebih dahulu penting untuk mengetahui kondisi daerah masing-masing agar dapat menentukan langkah-langkah tepat yang perlu untuk dilakukan. “Untuk menjalankan peran sebagai mahasiswa rantau terhadap daerah, kita harus tahu betul kondisi daerah kita dan apa saja yang perlu untuk dilakukan” Ujar Dona, selaku ketua Ikatan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Tondong (IPPMT) Makassar .

Yukartin Abdullah, salah satu peserta yang hadir pada diskusi tersebut berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi salah satu ajang silaturahmi bagi para organisasi daerah yang memiliki satu tujuan yaitu membangun daerah masing-masing,

“Semoga diskusi ini dapat menjadi slah satu ajang terjalinnya silahturahmi antar sesama organisasi daerah yang bisa menyatukan tujuan yaitu membangun daerah masing-masing melalui organisasi daerah, khususnya organisas-organisasi yang ada di Makassar,” harapnya.           

Diskusi yang berlangsung selama dua jam tersebut diakhiri dengan kutipan dalam bahasa daerah Gorontalo oleh Nurhalima selaku moderator yang berarti sebuah ajakan untuk membangun daerah masing-masing dari tanah rantau, “Dulo ito momongu lipu londo lipu lo tau, marilah kita membangun daerah dari tanah rantau,tutupnya. (snl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*