Selasa , Oktober 16 2018
Home / LIPUTAN / Aktifitas / Wujudkan Pengabdian Masyarakat, Mahasiswa KKN Infrastruktur Gowa Bantu Tata Lorong Literasi

Wujudkan Pengabdian Masyarakat, Mahasiswa KKN Infrastruktur Gowa Bantu Tata Lorong Literasi

Dokumen istimewa

Penataan Lorong di Kelurahan Tombolo. (Dokumen istimewa)

Gowa, Eksepsi Online – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Infrastruktur Gowa Gelombang 99 Universitas Hasanuddin (Unhas) wujudkan salah satu Tridarma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian masyarakat, pada perlombaan Lorong Literasi Gowa 2018  se- Kecamatan Somba Opu.

Perlombaan yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Gowa  bekerjasama dengan Harian Fajar dan beberapa sponsor lain ini, merupakan kegiatan untuk menyambut Hari Kemerdekaaan Indonesia ke-73.

Muh. A’raaf Nursyawal selaku kordinator Kelurahan Sungguminasa menyatakan bahwa dalam kegiatan perlombaan tersebut, mahasiswa KKN di kelurahannya membuat ruang bermain yang layak bagi anak-anak. “Dalam lomba kemarin selain memenuhi semua kriteria penilaian lorong, kami bersama warga juga membuat ruang bermain anak di sebuah lapangan. Kami mengubah lapangan yang tidak layak menjadi tempat bermain yang layak bagi anak-anak disini,” jelas A’raaf saat diwawancarai (18/8).   

Senada dengan A’raaf, Muh. Tayyib selaku Kordinator Kelurahan Paccinongang menyatakan bahwa konsep dari lorongnya yakni lorong bersih. Sebab menurutnya, kebersihan lorong akan berdampak positif bagi kehidupan masyarakat setempat. “Konsepnya itu lorong bersih, jadi di sepanjang temboknya kami berikan tulisan himbauan dan ajakan untuk menjaga kebersihan.  Lebih dari itu, di lorong juga terdapat banyak bak sampah yang dicat semenarik mungkin,” tambah Tayyib (18/8).

Terakhir  menaggapai lorong literasi, Muh. Fauzan selaku Kordinator Kelurahan Tombolo juga menyatakan upaya mahasiswa KKN di kelurahannya dalam mengwujudkan lorong literasi. Kelurahan Tombolo yang menjadi juara tiga setelah Kelurahan Paccinongang juara dua dan Sungguminasa juara satu ini, menjadikan taman baca di lorongnya sebagai objek utama pada lorong literasi.

“Kami sadar bahwa penataan lorong ini sebagai bentuk pengabdian kami terhadap masyarakat, selain program kerja lainnya. Sehingga, kami mencoba mengemas taman baca ini semenarik mungkin, seperti menyediakan banyak buku dan artribut pembelajaran lainnya. Tujuannya untuk menumbuhkan minat baca anak-anak disini,” tutup Fauzan (18/8).  (Sme)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*