Selasa , Juni 25 2019
Home / SASTRA / Cerpen / PERIHAL LUKA DAN DUKA

PERIHAL LUKA DAN DUKA

sumber : Updatehunt.com

sumber : Updatehunt.com

Oleh : Rahmat Hidayat

(Pengurus LPMH – UH Periode 2019-2020)

Seperti biasa, sama seperti Sore hari yang cerah sebelumnya, Aku dengan sepeda motor mengelilingi kota kelahiranku sembari menunggu dering pertanda orderan masuk di ponselku (Tentunya karena aku seorang driver ojek online). Sayangnya tiba-tiba kuotaku habis, tanpa pikir panjang akupun berangkat ke konter langgananku.

Entah ini disebut takdir atau apa, Aku tiba di konter bersamaan dengan seorang perempuan manis yang memarkir motornya tepat dibelakang motorku. Aku turun dari motor, lalu berjalan mendekati konter dan berdiri disamping perempuan tadi.

Awalnya, aku tidak merasa ada yang aneh dengan perempuan itu, bahkan aku tak menyadari dengan baik siapa dirinya. Hingga akhinya, dia menegurku dengan senyuman manis yang ku fikir itu ciri khasnya.

“Hay Rahmat bagaimana kabarmu?” ucapnya sembari memukul pundak kananku.

“Oi Alhamdulillah baik” balasku sembari mengingat.

“Emm… kau masih ingat sama Aku?”

“emm…. Tika?” jawabku ragu. Dibalas anggukan cepat darinya.

Ternyata perempuan manis itu adalah Tika, teman SD ku dulu. Cinta monyetku, lebih tepatnya.

“boleh minta nomer whatsapp mu?” tanyanya kembali

“Boleh.” Aku membalas dengan memperlihatkan kontakku kepadanya sekaligus meminta izin untuk pergi terlebih dahulu meninggalkannya.

Jujur saja, sepanjang jalan aku terus bergumam tentang sosok yang tadi ku temui,Tika. kenapa saya gugup sekali tadi? sumpah dia cantik sekali sekarang. Andai saja aku masih menjalin hubungan sama dia, entah betapa senangnya hidupku. Batinku terus bergumam dengan pikiran di sepanjang jalanku.

Saat malam tiba, Tika mengirimkan pesan padaku. Kita lalu bercerita dan berdebat mengenai kisah lama masa SD dulu hingga larut malam dan dia tertidur. Sebaliknya, Aku tidak bisa tidur. mengkhayalkan bagaimana Aku dan Tika berpacaran dulu, masa SD yang dipenuhi saling ejek antar satu sama lain.

Beberapa hari kemudian Aku dan Tika merasakan hadirnya cinta lama yang sudah 7 tahun menghilang karena perpisahan kelulusan SD. Cinta ini tumbuh kembali pada orang yang sama. Aku tau Tika juga punya rasa yang sama, dapat ku ketahui dari tingkah dan tutur katanya padaku.

Hingga suatu hari disaat salah satu temanku Putri mengadakan acara pernikahan dan menyebarkan kabar gembiranya digroup whatsapp SD. Pada saat itu pula terlintas di pikiranku untuk mengajak Tika untuk datang ke acara pernikahan Putri bersamaku.

Sebelum Aku mengajak Tika, Aku mempersiapkan puisi, bunga, dan juga coklat terlebih dahulu,  semua itu untuk bahan menyatakan perasaan Aku ke Tika ditempat acara nanti. Setelah semuanya siap, Aku mengabari Tika dan mengajaknya untuk datang bersamaku di acara pernikahan Putri. Namun, Tika menolak “biar kita ketemu ditempat acara saja” ungkapnya.

Waktu terus berjalan, hari dimana acara pernikahan temanku sudah tiba. Aku siapkan pakaian terbaik agar tampil keren walaupun muka pas-pasan. Motor mengkilap, puisi ku hafal, coklat ku bingkis dengan indah dan akupun berangkat ke tempat acara sembari berharap Tika dapat menerima cintaku.

Beberapa menit kemudian akupun sampai, ku parkir motor dengan rapih setelah itu kujalan dengan gagah berani. Kulihat Tika sudah sampai bukannya senang gembira yang kurasakan, malah hancur lebur hati ini melihatnya datang bersama seorang lelaki lain sambil bergandengan tangan.

Tak ingin berprasangka buruk, ku hampiri dan ku sapa mereka berdua. Hati ini tambah sakit rasanya setelah Tika memperkenalkan nama dan siapa lelaki itu. Ternyata dia adalah tunangan dan beberapa bulan kedepan mereka juga akan menyusul temanku Putri untuk menikah. “Rahmat, ini Adam tunangan ku. Insyaallah beberapa bulan kedepan kita nyusul Putri untuk menikah” ungkap Tika dengan raut wajah sangat bahagia.

Aku tak bisa berkata apa-apa selain selamat turut bahagi, lalu aku pergi kebelakang mobil yang terparkir diujung sebelah kanan gedung. Ku robek dan ku makan coklat yang ku bawa, sayang kalau dibuang,batinku. Lalu akupun kembali kedalam gedung dan ku hampiri si Putri yang berdiri cantik dengan senyum bahagia disamping suaminya dan ku jabat tangan mereka sambil mengucapkan selamat kepada mereka.

Acara belum selesai aku sudah pulang, dengan perasaan yang hancur dan kecewa. Ingin menyalahkan tapi tak tau siapa yang harus kusalahkan. Aku memang orang yang tegas dan tangguh namun pada saat hati ini terluka air mata tetap jatuh menetes dengan sendirinya.

Sampai di rumah, Aku masuk kedalam kamar, menutup pintu lalu menguncinya. Ku kira Tika kembali hadir sebagai teman hidupku yang sepi ini setelah lama kita tak bertemu. Ternyata yang dulunya kita berpisah karena perpisahan sekolah kali ini kita dipisahkan oleh seorang lelaki yang menunjukkan rasa cintanya kepada mu dengan menikahi mu.

Andai saja waktu itu aku ikut mendaftar di SMP dan SMA yang sama, aku dan “mungkin” cinta monyet kita akan tetap terjaga dan tak ada celah untuk lelaki lain mengisi hatimu.

Hati sakit namun harus ikhlas menerima semuanya. Memang Tuhan yang membolak-balikan hati dan kita sendiri yang membesar-besarkannya. Jatuh hati itu wajar namanya juga manusia,  tetapi berharap lebih dapat menyebabkan patah hati yang luar biasa.

Dan kini Tika dan Aku tak lagi saling memberi kabar setelah menghapus semua sosial media milikku. Akupun kembali menjalani hidup seperti biasanya. Mengelilingi kota Makassar dari titik 1 (titik penjemputan) ke titik 2 (titik pengantaran) layaknya driver ojek online biasanya.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*