web analytics
Senin , Juli 13 2020
Home / LIPUTAN / Aktifitas / Tren Pembebasan biaya Pendidikan, Menuju Perguruan tinggi Cuma-Cuma

Tren Pembebasan biaya Pendidikan, Menuju Perguruan tinggi Cuma-Cuma

Dokumentasi Insersium

Dokumentasi Insersium

Makassar, Eksepsi Online – Ditengah Pembicaraan terkait Pembebasan biaya pendidikan terkait dengan UUPT No.12/2012 dalam diskusi yang diadakan Insersium, Jumat (12/6), Alghifarri Aqsa sebagai pembicara memunculkan adanya konsep Mewujudkan Perguruan Tinggi (PT) Cuma-Cuma, yang dianggapnya bisa dilakukan dalam sistem Pendidikan kini.

Lebih dahulu,Ghifar menjelaskan bahwa dalam sejarah konstitusi Indonesia, diatur mengenai hal-hal atas pendidikan. bahkan pada perubahan keempat ada 3 pasal mengenai pendidikan. dan minimum 20% dana nasional untuk pendidikan. serta mengenai kewajiban negara untuk mengatasi dan memenuhi hak-hak ekosop sesuai dengan yang telah diratifikasi.

Lebih lanjut, Ghifar menerangkan terkait Kondisi PT yang saat ini  menjadi ‘privatisasi’ dengan dapat menghasilkan dan mengelola keuangan sendiri, yang akhirnya berdampak dengan lebih tingginya biaya di perguruan tinggi. hal ini juga berdampak pada mudahnya PT di Intervensi.

“kita lihat kondisi sekarang, kampus sangat mudah di intervensi oleh pemerintah, terutama pemerintah pusat. Jika ada sesuatu (diskusi) yang mengkritik pemerintah, itu akan dengan mudah di bungkam” Jelasnya.

Tidak adanya Perencanaan untuk menggratiskan PT ini muncul krn adanya mindset bahwa wajar untuk sebuah PT mahal, karna jika gratis, statement yang muncul ditengah masyarakat adalah
1. Orang menjadi tidak serius kuliah
2. Darimana dananya.

“Ini karena tidak pernah dihitung berapa biaya pendidikan tinggi yangg cuma-cuma untuk seluruh PTN”Jelasnya ditengah diskusi.

Ghifar juga menyebutkan adanya prinsip maastricht, mendayagunakan segala hal untuk memenuhi kewajibannya.
“Setiap perguruan tinggi diwajibkan untuk membuat laporan akhir tahun ke Publik (lamannya), kalo ini dibicarakan lebih lanjut, apakah ini betul atau tidak dibuat sebagai pembangunan atau yang lain-lain, hingga keluar biaya yg digunakan untuk menjadi perguruan tinggi gratis, bukan tidak mungkin itu terjadi.” Tegasnya. (Fni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*