web analytics
Jumat , Oktober 23 2020
Home / LEMA FH-UH / PEMIKIRAN / RESENSI – JOKER, ULASAN SINGKAT PENYEBAB SEGALA KEJAHATAN

RESENSI – JOKER, ULASAN SINGKAT PENYEBAB SEGALA KEJAHATAN

downloadOleh : Nur Hikma Hs

(Redaktur Pelaksana LPMH UH Periode 2019 – 2020)

Film Joker secara keseluruhan

Scene awal film memperlihatkan bagaimana kacaunya Gotham tempat Arthur tinggal, kota dimana hukum rimba berlaku dan empati adalah hal yang sangat sulit didapatkan di kota ini. Arthur hidup dengan menjadi seorang bandut pemutar papan, selain itu dia adalah anak yang berbakti yang senantiasa merawat Ibunya dengan baik. Seiring berjalannya film, penonton disuguhkan adegan demi adegan berisi dunia yang terasa sangat tidak adil bagi seorang Arthur. Para anak-anak yang memukulinya tanpa kasih, teman kerja yang buruk yang memberinya senjata api, pemecatan yang dilakukan sepihak oleh bosnya, dan puncaknya saat tiga orang pemuda merundungnya karena penyakit tawa Arthur yang tiba-tiba menyerang dan Arthur berakhir menembaki mereka bertiga.

Awal mula pemicu munculnya Joker dalam diri Arthur Fleck karena sejak saat itu bukannya merasa bersalah telah membunuh orang lain, dia malah bersikap biasa-biasa saja dan tidak panik saat polisi menanyainya. Sisi Joker lain yang membuat kita meringis adalah ketika dia membunuh teman kerjanya menggunakan gunting namun membiarkan yang lainnya pergi karena selama ini hanya dia yang selalu berlaku baik yang digambarkan bertubuh kurcaci dan kesusahan saat mencoba membuka pintu kesusahan, dapat dipastikan ini adalah adegan yang mampu menarik gelak tawa parah penonton. Makna tersirat di dalamnya terasa seperti menggambarkan bagaimana masyarakat menganggap lelucon hidup orang lain yang berbeda dari mereka dan anehnya justru menikmatinya.

Penny, Ibu dari Arthur menjadi akar dari segala ketidak bahagiaan yang dimilikinya. Seteleah memeriksa dokumen Ibunya di Arkham State Hospital, Arthur dihadapakan pada kenyataan bahwa dirinya ternyata adalah anak adopsi, sementara William bukanlah Ayahnya. Ibunya justru salah satu penyebab traumatisnya karena dipukuli hingga masuk koran. Sepulang dari sana dia menemui Ibunya dan dipanggil “happy” padahal dia tidak pernah merasakan kebahagiaan sedetik pun, karena merasa marah, Arthur membunuh Ibunya dengan bantal.

Joker akhirnya terbentuk secara sempurna. Dia pun diundang di acara impiannya oleh idolanya Murray. Dengan pakaian nyentrik serta rambut khasnya Joker berhasil membuat penonton terkesan saat dia menyampaikan isi hatinya dan mengakui bahwa dialah yang menjadi dalang membunuhan di kereta. Bagaimana Murray memanfaatkannya dan membuatnya ditertawakan oleh semua orang karena memutar video stand upnya dan kesalahan Murray karena telah mengundangnya. Penonton awalnya dibuat berpikir bahwa Joker berniat melakukan bunuh diri. Namun ternyata dia malah membunub Murray dihadapan seluruh penonton. Benar-benar adegan yang tidak terpikirkan.

Hal lain yang membuat penonton takjub, Joker yang dikira akan berakhir dengan ditangkap justru belum selesai. Orang-orang menyelamatkannya dan memuja Joker yang menari-nari di atas mobil. Film ditutup dengan Joker yang kembali melakukan konsultasi dan akhirnya keluar dari ruangan dengan sepatu yang meninggalkan jejak merah dan berakhir dikejar-kejar.

Mimpinya menjadi Komika sukses dan sembuh dari Penyakit

Arthur Fleck, dia bermimpi menjadi komika atau terkenal sebagai stand up comedian, namun malah berakhir menjadi seorang badut. Sosok Arthur dalam film digambarkan sebagai orang yang gampang tertawa dalam kondisi apapun bahkan saat bersedih. Hal ini dikarenakan dia mengidap pseudobulbar affect (PBA) yakni gangguan emosi yang ditandai dengan episode tawa atau tangisan yang datang secara tiba-tiba. Contohnya saat Joker bermain bersama seorang anak kecil di dalam Bus dan Ibu dari anak tersebut memarahinya, namun bukannya marah atau sedih, Arthur malah tertawa terbahak-bahak, agar Ibu tersebut memahami kondisinya diapun memberikan kartu yang berisi penjelasan penyakitnya, bukannya bersimpati dia malah mendapati tatapan aneh dari orang-orang.

Arthur sejak awal menyadari ada yang salah dengan dirinya sehingga selalu berkonsultasi pada seorang ahli atau psikiater dan meminum tujuh jenis obat, meski begitu penyakitnya tetap ada. Bukan hanya penyakit mental Arthur yang membuat hidupnya menjadi sulit melainkan dunia yang seakan-akan ikut membuatnya menderita. Hal ini menjadi salah satu pengingat bahwa gangguan mental tidak dapat dianggap sepele dan harus ditangani dengan segera sebelum makin parah.

Penyebab dari penyakit mental Arthur

Banyak yang mengatakan orang jahat terlahir dari orang yang tersakiti. Memang benar, namun dalam kasus ini  jiwa Arthur sudah sejak lama rusak akibat penyiksaan yang dilakukan Ibunya serta kekasih Ibunya. Ibunya yang mengidap skizofrenia, Penny berkata bahwa William adalah Ayah dari Arthur namun nyatanya bukan. Skizofrenia merupakan sejenis penyakit mental yang membuat seseorang sulit membedakan antara kenyataan dan halusinasi, Penny hanya berhalusinasi. Arthur juga sebenarnya mempunyai skizo, dimana Shopie, tetangga apartemen sekaligus kekasihnya hanyalah delusi yang diciptakan otaknya. Arthur bisa jadi mendapatkan semua gangguan kejiwaannya akibat peristiwa traumatis di masa lalu, perlakuan ibunya serta masyarakat.

Hal ini makin diperparah dengan Ibu Arthur yang terus menyuruhnya merasa baik-baik saja dan seakan Arthur tidak boleh sedih, marah, dan lainnya hingga membentuk pribadi yang terbelenggu. Arthur pun merasa dunia tidak adil pada dirinya, Ibunya yang selalu memanggilnya dengan sebutan “happy” padahal satu detik pun dalam hidupnya dia tidak pernah merasakan kebahagiaan. Meski begitu walau dunia terasa sangat sulit baginya, dia terus menjadi anak yang baik bagi Ibunya dengan merawatnya penuh kasih. Hingga akhirnya belenggu itu terbebas dan membuatnya menjadi orang yang sadis.

Kesuksesan Joaquin memerankan Joker

Selain sinematografi yang ikut membuat film ini mengesankan, cara Joaquin Phoenix dalam memerakan Joker patut diacungi jempol, dia benar-benar seakan dirasuki karakter tersebut dan apa yang dirasakan ikut tersampaikan ke hati para penonton. Bagaimana tidak Arthur yang setiap saat tiba-tiba terserang penyakit tertawanya, bukannya ikut merasa tertawa melainkan justru rasa sakit yang kita rasakan saat melihatnya.

Meski diawal pengenalannya sebagai pemeran Joker tidak ditanggapi antusias malah cenderung diragukan, namaun dia berhasil membuktikan bahwa peran Joker memang sangat cocok dengan Phoenix.Tidak heran saat tayang perdana di Venice Film Festifal, film Joker mendapat sambutan hangat dari para penontonnya dan kritikus film. Mulai dari standing ovation selama 8 menit hingga pujian yang diberikan oleh kritikus film.

Film yang Mengganggu

Film Joker adalah sebuah film tentang anti-hero yang membuka mata orang-orang tentang seberapa berbahayanya mental illness dapat menghancurkan diri seseorang. Bagaimana lingkungan sekitar dapat sangat berpengaruh dan mengubah hidup orang lain menjadi pesakitan. Namun disatu sisi selain menyuguhkan sudut pandang lain akibat gangguan jiwa, film Joker juga dapat memunculkan perasaan tidak nyaman saat menontonnya, apalagi bagi orang yang juga pernah menjadi bagian dari mental illness, depresi, stress dan lainnya.

Review orang-orang di berbagai platform internet mengatakan, film Joker sangat “disturbing” atau mengganggu. Perasaan mual, gemetar, ataupun telapak tangan yang berkeringat. Mereka merasa tidak kuat menonton dan ingin segera meninggalkan bangku studio bioskop.

Teori-teori dalam film Joker

Satu hal yang harus diketahui ada satu kode yang diberikan Todd dalam filmnya yakni arah jarum jam selau menunjukkan pukul 11.11 yang berarti pengharapan untuk hidup atau seseorang yang ingin keluar dari anxiety-nya. Banyak pula yang berpendapat bahwa dari awal hingga akhir film ini hanyalah halusinasi Arthur yang berada di rumah sakit jiwa, sebab adegan dipenghujung film yakni psikiater yang menanyakan apa yang membuat Arthur tertawa, dan dijawab “kau tidak akan mengerti”. Ada juga yang menganggap film ini sebagian nyata sebagian lagi tidak.

Sebenarnya tidak ada yang salah, karena film ini memang dibuat khusus memiliki ending yang membuat orang-orang terus bertanya-tanya dan saling berargumen dan membuatnya menjadi film yang sangat hebat.

Joker membuat orang-orang lebih sadar akan gangguan mental

Film ini mengajarkan pada kita untuk mengubah sudut pandang mengenai gangguan jiwa. Bukan cuman penyakit fisik seperti kanker, jantung dan lainnya yang bisa membuat kita bersimpati melainkan penyakit mental juga begitu. Mereka yang mengalami berhak untuk sembuh dan mendapat dukungan lebih, bukannya wajah menghina dan jijik dengan label “orang gila” yang diberikan.

Yang perlu diwaspadai juga, gangguan mental bisa datang kapan saja. Maka dari itu saat stres cobalah untuk beristirahat sejenak jangan biarkan stres mempengaruhi dan muncul depresi. Semua orang bisa kapan saja terkena gangguan mental. Dan jika merasa tidak bisa mengatasinya sendiri, pergi ke psikiater atau psikolog untuk berkonsultasi adalah pilihan yang baik.

Joker bisa jadi adalah kita atau orang disekeliling kita yang terlihat baik-baik saja diluar namun hancur berkeping-keping di dalam. Kehadiran mereka luput dari penglihatan kita padahal mereka meminta tolong untuk diselamatkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*