web analytics
Senin , Januari 17 2022
Home / LEMA FH-UH / PEMIKIRAN / Howl’s Moving Castle (2004)

Howl’s Moving Castle (2004)

Resensi Film Howl’s Moving Castle (2004)

Oleh:

Elsa Syahrah Isnaini

(Pengurus LPMH-UH Periode 2020-2021)

Howl’s Moving Castle adalah salah satu film karya Studio Ghibli yang terkenal akan karakteristik gambarnya yang berbeda dari studio yang lainnya.  Howl’s Moving Castle rilis pada tahun 2004 yang merupakan adaptasi dari novel dengan judul yang sama dan disutradarai oleh Hayao Miyazaki dengan durasi 119 menit.

Howl’s Moving Castle bercerita tentang seorang gadis bernama Shopie yang terkena kutukan oleh penyihir yang membuat tubuh mudanya menjadi seorang nenek tua yang ketika berjalan membutuhkan tongkat untuk menopang tubuhnya dan juga  Howl penyihir muda tampan dan hebat.

Karena merasa malu Shopie akhirnya pergi meninggalkan lingkungan tempat tinggalnya, di tengah perjalanan dia bertemu dengan Kastil tempat tinggal Howl dan teman temannya yaitu Calcifer dan Markl. Ditengah perdebatan Shopie dan Calcifer Howl muncul dan membuat Shopie terkejut karena Howl adalah  cowok tampan nan keren yang telah ia temui sebelumnya ketika masih menjadi gadis cantik. Tanpa berpikir panjang Shopie mengajukan diri untuk menjadi pembersih Kastil dan berharap Howl tidak mengenali dirinya yang telah menjadi nenek tua. Dan dari sinilah perjalanan mereka dimulai.

Kelebihan dari film ini tentu saja gambar yang disajikan sangat bagus begitu juga dengan sound disetiap detailnya yang dapat menghidupkan film ini sehingga terasa nyata.Selain itu plot cerita yang disajikan ringan namun menarik untuk dinonton meskipun berbeda dari versi novel aslinya.

Selain itu, sountrack dari film ini juga sangat bagus bahkan penulis memasukkan salah satu dari sountracknya yaitu “The Merry-Go-Round of Life” ke dalam playlist pengantar tidur.

Sedangkan kekurangan dari film ini beberapa orang berpendapat kalau endingnya kurang memuaskan karena perang yang sangat garang dan sengit tapi terlihat kurang logis dan juga eksekusi untuk endingnya tidak dibuat megah dan meriah seperti ekspektasi beberapa penonton. Namun menurut penulis endingnya sangat cocok dengan plot cerita yang ringan tetapi berkesan dipikiran.

Untuk keseluruhan film ini sangat bagus dan penulis merekomendasikan untuk menonton Howl’s Moving Castle (2004). (Film ini juga tercatat sebagai film terlaris dalam sejarang perfilman jepang dan masuk dalam nominasi Academy Award).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*