web analytics
Senin , Mei 23 2022
Home / LEMA FH-UH / BEM / BEM FH-UH Siap Keluar Dari BEM Unhas Setelah sekian Lama Tidak Ada Ruang Dialog

BEM FH-UH Siap Keluar Dari BEM Unhas Setelah sekian Lama Tidak Ada Ruang Dialog

Makassar, Eksepsi Online – (31/12) Tidak adanya tindak lanjut dari Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) atas Surat Pernyataan Keberatan dan Tuntutan Yang dikeluarkan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Unhas (BEM FH-UH) pada tanggal 22 November 2021 lalu kembali memberikan pertimbangan untuk menyatakan diri keluar dari BEM tingkat Unhas.

Bukan hanya Pernyataan yang tidak mendapati respon, Rektor Unhas bahkan telah mengukuhkan dan melantik BEM Unhas periode 2021/2022 pada Selesa (28/12). Berdasarkan rapat Keluarga Mahasiswa (Kema), M Fadly Ridwan, Wakil Presiden BEM FH-UH menyebutkan setidaknya bila Surat pernyataan tersebut tidak ditanggapi dan masih tetapnya Imam Mobilingo sebagai Ketua BEM Unhas maka BEM FH-UH bersepakat untuk menyatakan keluar dari BEM Unhas.

Meski demikian, bila sampai langkah itu diambil, Fadly tetap menegaskan bahwa BEM FH-UH hanya tidak mengakui kepengurusan yang dijalankan BEM Unhas dan tetap mengakui BEM Unhas itu sendiri.

“Kita akan keluar dari BEM-U meskipun sebenarnya tindakan kita keluar dari BEM-U bukan karena tidak mengakui BEM-Unya, tetapi tindakan keluar dari BEM-U karena tidak mengakui pengurusan yang menjalankan BEM-Unya” Jelas Fadly

Meski hingga kini BEM FH-UH masih tetap mempertimbangkan kembali, namun ia menjelaskan keberadaan BEM FH-UH di BEM Unhas pasti akan ditindak lanjuti.

“Pernyataan terakhir yang dikeluarkan oleh Pres BEM (Presiden BEM FH-UH) masih untuk dipertimbangkan kembali, tetapi pernyataan untuk keluar atau tidak adalah hal yang pasti jika tidak ditindaklanjuti” Ujar Mahasiswa angkatan 2018 ini.

Selain hal itu, pertimbangan timing yang tepat untuk keluar dan dampak pada BEM FH-UH dan Unit Kegiatan Mahasiswa Tingkat fakultas diakuinya masih menjadi pertimbangan Presiden BEM FH-UH untuk menentukan langkah.

Namun Fadly sendiri menyebutkan bahwa dengan adanya surat pernyataan yang tidak ditanggapi, audiensi yang tidak disepakati oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni serta idealisme yang terlanggar sudah menjadi timing yang tepat untuk menyatakan diri keluar dari BEM Unhas berdasar hasil Rapat KEMA.

“Maksudnya tidak ada benefit yang kita dapatkan (Jika masih tetap). Justru kita dirugikan karena idealisme kita terlanggar dengan terpilihnya Imam. Terhasil-lah keputusan bahwa Pres BEM bersepakat akan keluar dari BEM-U apabila surat pernyataan dan Somasi yang dikeluarkan oleh BEM tidak ditanggapi dan melalui prosedur-prosedur misalnya audiensi. Meskipun WR III (Wakil rektor bidang Kemahasiswaan) yah tetap tidak sepakat, jadi memang ini harusnya sudah timing-nya untuk keluar. Cuma karena Pres masih mempertimbangkan kembali” Jelas Fadly saat diwawancarai oleh kru eksepsi.

Dengan waktu kepengurusan BEM FH-UH yang hampir berakhir ini, ia menyebutkan bahwa hasil dan tindak lanjut ini akan ada sebelum berakhirnya kepengurusan BEM FH-UH ini.

“Pasti ada pernyataan itu sebelum keluar dari kepengurusan , karena Press Release dan Somasi itu Produk dari kepengurusannya kami, jadi hasil atau tindak lanjut dari itu harus juga di kepengurusan kami” Tegasnya.

Lebih lanjut ia berharap adanya ruang bagi BEM yang bergabung dengan BEM Unhas untuk mebicarakan terkait masalah pelantikan Imam dan melakukan kembali Musyawarah mahasiswa (MM).

“Kami sebenarnya berharap besar bahwa rektorat khusunya Wakil Rektor bidang kemahasiswaan itu segera mengumpulkan BEM tingkat universitas untuk kita sama-sama membicarakan ini, tetapi harapan terbesarnya lagi dia membatalkan segera keterpilihan Imam Mobilingo dan segera kembali melakukan MM” Harapnya.

Hal ini mengingat pentingnya jabatan sebagai Ketua BEM Unhas yang secara mewakili secara keseluruhan termasuk dalam pemilihan rektor. Ia mengingatkan jangan sampai hal ini justru dikarenakan adanya kepentingan atas pemlihan rektor yang kian dekat.

“Jangan sampai justru karena ada kepentingan atas pemilihan rektor maka justru ini didorong untuk lebih cepat dan tidak kemudian dievaluasi kembali. Kalau kami sih seperti itu” Tutupnya. (hyn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*