web analytics
Senin , Mei 23 2022
Home / LIPUTAN / Visi Misi Calon Dekan No Urut 3 : Menuju Lima Fakultas Hukum Terbaik di Tahun 2025

Visi Misi Calon Dekan No Urut 3 : Menuju Lima Fakultas Hukum Terbaik di Tahun 2025

Makassar, Eksepsi Online – (13/5) Dalam tahapan pemaparan visi dan misi Calon Dekan Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (FH-UH), Prof. Dr. Irwansyah, S.H., M.H., turut menyampaikan visi misinya di Baruga Prof. Dr. Baharuddin Lopa, S.H., Kamis (12/5).

Prof Iwansyah yang merupakan salah satu calon Dekan yang memperoleh nomor urut ke-3 mengatakan bahwa FH-UH akan menuju lima FH terbaik di Indonesia tahun 2025. Hal tersebut didukung oleh prestasi-prestasi FH-UH, salah satunya jurnal yang telah terakreditasi Scopus.

“Berbicara mengenai reputasi, maka secara tegas kami ingin mengatakan bahwa berdasarkan kapasitas yang kita miliki dan tantangan yang akan kita hadapi kedepan, maka saya ingin mengatakan bahwa kita akan menuju lima terbaik Fakultas Hukum indonesia tahun 2025. Dan saya kira ini bukan impian kosong, karena ada beberapa  kegiatan yang memang kita sudah didepan. Termasuk Jurnal Harlev, yaitu jurnal hukum pertama di Indonesia yang masuk Scopus,” jelas Prof. Irwansyah.

Disamping itu, Prof. Irwansyah menawarkan beberapa visi-misi. Prof. Irwansyah mengatakan bahwa ingin menawarkan kampus hijau, yang asri, humanis, dan sebagainya. Prof.Irwansyah membayangkan ketika masuk digerbang Fakultas Hukum, disitu akan tertulis nama Fakultas Hukum dengan lima bahasa.

Selanjutnya dalam bidang akademik, Prof Irwansyah menargetkan seluruh program studi di FH-UH akan menuju akreditasi unggul dan internasional. Selain dari itu, penguatan kewenangan departemen juga turut akan dikembangkan.

“Yang kami tawarkan adalah seluruh penentuan dosen pelajar dan pembimbing itu satu tempat di departemen, hal ini untuk menghindari terjadi dualisme. Jadi prodi itu hanya penyelenggara bukan penentu kebijakan, kebijakan ada di dapertemen,” katanya.

Kemudian pembaharuan yang akan dilakukan oleh Prof Irwansyah ialah membuat sebuah departemen baru, yaitu Departemen Hukum Maritim. Adapun perangkat-perangkat pendukungnya ialah sebagai berikut.

  1. Membentuk departemen baru  yang akan menjadi satu-satunya Departeman Hukum Maritim di Indonesia.
  2. Membuat minimal dua belas pusat studi, salah satunya adalah pusat studi hukum maritim dengan mengangkat nama Amanagappa.
  3. Membuat kelas-kelas mitra yang akan menggagas dan membentuk S2 hukum maritim yang akan bekerjasama dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman.
  4. Membuat forum kerjasama dengan delapan kampus yang memiliki konsep maritim.
  5. Ketika pembuatan skripsi harus mencantumkan kajian-kajian maritim serta perspektif norma hukum dilatarbelakang dan tinjauan pustaka. Pada tingkat tesis, terdapat kajian kemaritiman dalam perspektif teori hukum, sedangkan pada tingkat disertasi mestinya disebut nilai-nilai kemaritiman dalam perspektif filsafat hukum. Dan seluruh aktivitas sampai karya tulis itu harus mencerminkan benua maritim.
  6. Menggagas penghargaan dibidang maritim, yaitu penghargaan Amanagappa.

Dalam pemaparannya, Prof. Irwansyah mengatakan bahwa beberapa poin diatas yang akan menjadi jawaban ketika muncul pertanyaan mengenai apa konsep kemaritiman FH-UH.

“Dengan demikian inilah jawaban jika ada pertanyaan tentang apa konsep FH-UH tentang kemaritiman, jadi tidak lagi abstrak,” kata Prof, Irwansyah.

Selain itu, kompetensi dosen akan turut dikembangkan melalui pembentukan pusat-pusat studi.

“Nanti kami akan membentuk pusat-pusat studi dan seluruh dosen akan menjadi anggota pusat studi, untuk guru besar akan menjadi peneliti utama, doktor menjadi direktur eksekutif, dan dosen lain menjadi anggota,” jelas Prof. Irwansyah.

Menganggap bahwa penguatan kurikulum saat ini masih kurang, maka dari itu Prof. Irwansyah mengagendakan ada peninjaun RPS kurikulum setiap saat.

“Saya merasa bahwa RPS kurikulum itu dapat ditinjau setiap saat, setiap tahun kan bisa diganti daftar pustakanya dan bahan kajiannya. Jadi jangan menunggu lima tahun, yang penting basicnya jelas dan hal-hal yang kecil itu dapat diganti setiap saat. Dan itulah bagian dari penguatan kurikulum, karena terkadang kurikulum kita di S2 terasa S1, S1 terasa S2,” ungkapnya.

Terakhir, dalam mempererat tali silaturahmi akan diagendakan tudangsipulung pada dies natalis FH-UH setiap tahunnya. (png)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*