Selasa , Desember 11 2018
Home / SASTRA / Cerpen (page 4)

Cerpen

Asal Darah Mengalir

LPMH-UH

Ramli (Pengurus LPMH-UH Periode 2014-2015) Danu memberanikan diri berbincang dengan wanita tua berpostur kurus dan ramping itu. Wanita yang sering nongol di rumah pembuangan Danu. Ya, Danu tinggal di panti asuhan sejak umurnya masih sehari. Sampai berumur 13 tahun saat ini, Danu hidup bersuka-cita dengan anak-anak lain yang lahir tanpa direlakan. Danu penasaran saja. Belakangan, Ibu Lisa datang tiga kali ... Read More »

Di Balik Ilusi Kegamangan

DSC_0694

Oleh: Ainil Ma’sura Siang yang cukup panas, kembali Indra membuka laptop mencoba melanjutkan tulisan yang semalam belum sempat terselesaikan. Pikirannya yang kacau membuatnya kehilangan semangat hingga akhirnya memutuskan merebahkan tubuh kurusnya ke kasur lipat kesayangannya. Di ruangan berukuran 2×2 meter inilah Indra kerapkali berkeluh kesah sendiri pada dinding dan atap-atap kamarnya. Seiring dengan prinsip itu, penyelenggaraan otonomi daerah harus selalu ... Read More »

Politik Ketenaran

lpmh

Oleh: Rezky Pratiwi Sepertinya baru beberapa bulan lalu seorang laki-laki setengah baya berwajah oriental merapal di tivi. Sesuatu tentang tahun ular air, yang digambarkan licik dan licin. Tahun 2013 segala sesuatu akan menjadi mungkin dan dipenuhi tipu muslihat. Entahlah, setidaknya begitulah prediksinya dalam acara talkshow pagi favoritku. Kubalik lembar terakhir kalender yang sejak tadi membawaku pada momentum awal tahun, lukisan ... Read More »

Secarik Kertas Kejujuran

Untitled-1

Oleh: Ramli Tiga bulantelah berlalu, tapi sikap wanita seorganisasiku itu tetap cuek. Aku tetap suka padanya seperti dulu. Namanya Intan. Bagaimana perasaannya padaku? Aku tak pernah tahu. Terlihat raut wajahnya muak jika menatapku. Tak pernah sejenak saja kulihat binar matanya seperti dulu. Jika tak sengaja berpapasan denganku, ia langsung membuang wajahnya. Terlihat jelas mimik wajahnya tak bersahabat seperti seperti dulu ... Read More »

Surgaku di Bawah Telapak Kaki Kiri Ibu

biyunge

Oleh: Moh. Nur Faisal R. Lahay Pengorbanan. Itu yang dibahasakan olehku. Atas apa yang telah diberikan olehnya. Tak berbalas. Ketulusan hati mencintai darinya. Beruntung Aku memilikinya. Ibu tiba-tiba hadir di depanku. Menaruh secangkir teh panas di depan mejaku. Memecah keheningan. Aku tersenyum hangat padanya. Dia membalasnya. Pagi itu aku baru selesai menyapu halaman. Menggunakan ratusan lidi yang kusatukan dengan sebuah ... Read More »

Testimoni Cermin Ayah

cermin

Oleh: Moh. Nur Faisal Ridwan Lahay R intik hujan di luar masih terdengar. Ayah dari tadi juga masih duduk di depan televisi. Masih membaca koran hari ini. Karena tadi pagi sepertinya dia tak sempat membacanya. Ditemani secangkir kopi dan sebungkus rokok kretek, Ayah menunggu hujan reda. Ruang tengah malam itu terasa nyaman. Memang tempat favoritnya. Betapa tidak, ruang itu selalu ... Read More »

Cinta, Strata, dan Tradisi

lpmh

Oleh: Nurfaika Ishak D ikisahkan dua orang pasangan pemuda pemudi yang bertemu di tengah hiruk pikuk Penerimaan Mahasiswa Baru pada salah satu fakultas hukum terbaik di negeri ini. Mereka bernama Arif dan Zahwa. Awalnya mereka berjumpa saat keduanya terlambat mengikuti upacara pembukaan PMH. Zahwa ketika ditanyai oleh senior alasan keterlambatannya mengungkapkan bahwa ia harus menunggu bus kota sebelum akhirnya bisa ... Read More »

Tumbal Pesugihan Ibu

DSC_0694

Oleh: Risna Rasyid G emericik air hujan membasahi atap gubuk bambu yang berluaskan 5×8 meter. Gemuruh angin bertiup menerbangkan setiap daun-daun yang gugur, hembusannya sesekali menimbulkan bunyi pada atap gubuk yang sudah tua. Malam itu aku duduk sendiri di sudut rumah entah apa yang terpikirkan saat itu. Aku adalah anak bungsu dari dua bersaudara. Seorang anak dari buruh lepas bernama ... Read More »

Dilema Karena Masa Lalu

aaa

Oleh: Ramli (Divisi Litbang LPMH-UH Periode 2012-2013) Pesan singkat masuk ke ponselnya sekitar jam 11 malam,  saat waktunya ia harus tidur. Pesan itu aneh, meskipun Gusti sering mengajaknya bertemu, namun tidak pada waktu seperti ini. Di kamar berleha-leha menonton TV, ia bergegas mengganti pakaiannya. “Ayah keluar dulu, ada kepentingan mendadak,” sambil mengancing kemejanya. Masih berusaha terlelap,  isterinya sontak terbangun dan ... Read More »

Yang Selayaknya Kubenci, Haruskah Kumiliki?

Untitled-11

Oleh: Ramli(Divisi Litbang LPMH-UH Periode 2012-2013) “Di manakah kehidupan yang damai itu? Dalam hitungan detik, kesenangan menjadi kesedihan. Aku tak pernah tahu kapan terakhir aku akan menghela nafas, tapi semua telah ditetapkan dalam tabir kehidupan Sang Maha Mutlak. Mungkin caranya saja yang berbeda. Bisa saja aku berpindah ke alam yang abadi dan meninggalkan mereka yang berduka ditinggalkan aku, ataukah sebab ... Read More »