![]() |
| Para pembicara dalam seminar nasional, kamis (10/10) |
Makassar, Eksepsi Online-Seminar nasional kembali diadakan di Baruga A.P. Pettarani Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Rabu (10/10). Seminar dengan tema “Peran Partisipasi Pengawas Pemilu bagi Memilih Pemula Menuju Pemilu 2014 Bersih, Berkualitas, dan Bermartabat” ini diadakan atas kerjasama Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia (Bawaslu RI) dengan Unhas. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Rektor III Unhas, Ir Nasaruddin Salam, MT. Dalam sambutan ia berharap agar posisi mahasiswa sebagai kontrol sosial dan agen perubahan dapat mengambil bagian dari terwujudnya Pemilu yang bersih, jujur dan berkualitas.
Hadir sebagai narasumber adalah anggota Bawaslu RI Nasrullah, Pengamat Politik dan Penggiat Anti Korupsi Zainal Arifin Mochtar, Ketua Komisi II DPR RI Agung Gunandjar Sudarsa, dan Dekan Fakultas Hukum Unhas Prof Aswanto. Di sela-sela seminar, Nasrullah mengatakan bahwa tiap tahapan dalam Pemilu berpotensi menjadi titik rawan pelanggaran, sehingga diperlukan pengawasan yang ketat. Meskipun demikian, Bawaslu juga tetap harus diawasi. Hal tersebut juga diakui oleh Dekan Fakultas Hukum Unhas.
“Adanya posisi partai politik dalam Undang-Undang Pemilu hendaknya menjadi kesempatan besar bagi partai-partai politik itu sendiri untuk memperbaiki kondisi parlemen,” tegas Agung Gunandjar, Ketua Komisi II DPR RI.
Pada intinya, semua pihak berharap agar pada pemilu tahun 2014 mendatang tidak ada lagi pelanggaran terhadap hak-hak warga Negara, yaitu Hak memilih dan dipilih. Terkait hal tersebut, Zainal yang juga Direktur Pusat Kajian Anti Korupsi UGM berharap para pemilih muda tetap menggunakan hak pilihnya, dengan preferensi pribadi terhadap setiap calon. (ayn)



