Makassar, Eksepsi Online – (16/3) Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (FH-UH) melalui aplikasi Zoom Meeting mengadakan kegiatan bertajuk Ambassador Session dengan judul “Tantangan Kerjasama Multilateral selama Pandemi Covid-19”. Kegiatan ini menghadirkan 3 Narasumber yakni Hamid Awaluddin, sebagai Duta Besar RI untuk Federasu Rusia dan Belarus; Luthfi Rauf, sebagai Duta Besar RI untuk Mesir; dan Tri Tharyat sebagai Duta Besar RI untuk Kuwait.
Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Sumber Daya, Syamsuddin Muchtar mewakili Farida Patitingi selaku Dekan Fakultas Hukum Unhas yang berhalangan hadir.
“Kami berharap dari Ambassador Session ini, peserta kegiatan dapat menyimak dengan baik dan memperoleh ilmu sebanyak-banyaknya dari Para Narasumber Hebat. Terima Kasih Juga kami Ucapkan kepada Para Duta Besar RI yang telah berkenan menghadiri acara ini”. Ujarnya dalam sambutan.
Setelah dibuka oleh Syamsuddin Muchtar, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh narasumber yang dimoderatori oleh Kadaruddin sebagai salah satu Dosen (FH-UH). Luthfi Rauf, berkesempatan menjadi pembicara pertama, dalam materinya ia menyampaikan bahwa Menteri Luar Negeri (Menlu) RI mengatakan tidak ada yang mampu mengatasi pandemic Covid-19 sendirian, Covid-19 berdampak global, sehingga dibutuhkan pula kerjasama multilateral.
“Salah satu tugas Diplomasi selama pandemi adalah mendukung upaya pemerintah dalam pengelolaan pandemi, baik dari sisi kesehatan maupun dampak sosial ekonomi melalui kerjasama dengan pihak lain” Ucap Luthfi Rauf mengutip perkataan Retno Marsudi, Menteri Luar Negeri.
Dilain kesempatan, Hamid Awaluddin menyampaikan bahwa salah satu cara mengatasi pandemic Covid-19 ini ialah dengan Control-state yang baik, dibahas lebih lanjut oleh Tri Tharyat sebagai Duta Besar RI untuk Kuwait tentang peran hubungan multilateral dalam mengatasi pandemi ini.
“Bentuk hubungan Multilateral yang telah dibangun demi mengatasi pandemic ini ialah diantaranya hubungan Bilateral dengan Korea Selatan sebagai sumber Produksi bersama APD, Tiongkok dan Inggris sebagai penyedia vaksin, adapun dari hubungan regional ialah hadirnya Standar Operating Procedure on Public Healrth Emergency, Covid-19 ASEAN Response Fund dan The Regional Strategic : Action Plan For ASEAN Vaccine Security and Self-Reliance (AAVSSR)” jelas Tri Tharyat. (ptg)



