web analytics
header

Yang Seharusnya Tetap di Balik Jeruji

Sumber: Pinterest

Oleh: Najwa As Salsabila

Terikat pada perasaan yang sengaja tak kuberi nama itu, terasa seperti kutukan,
Bukan doa yang kupanjatkan, pun bukan takdir yang kuinginkan,
Jika namanya cinta, bukankah seharusnya terasa manis bagai cuaca yang cerah?
Namun, mengapa kau terasa seperti badai yang meluluhlantakkan?

Bagaimana mungkin hanya dengan presensimu, perasaan hangat dan dingin yang tak terdefinisikan tumbuh di berbagai tempat?
Seperti cuaca pada bulan juni yang nyaris tak bisa diprediksi,
Terasa tidak benar, namun salah bukanlah ungkapan yang tepat,
Aku jelas terperangkap dalam abu-abu tanpa definisi.

Lalu bagaimana bisa matamu menjadi pusat? layaknya majas yang menyihir,
Mengubah definisi kata “salah” menjadi kitab tertulis yang menjadi bagian dari keyakinan pemeluknya,
Seakan-akan kebenaran tak lagi mutlak,
Dan dunia bersujud pada pesonamu yang menjadi definisi baru dari kata mutlak.

Semua orang tahu, aku pun sadar,
Bahwa kau adalah kalimat berlawanan yang seringkali mengelabui logika,
Maka dari itu, aku mengatakan,
Perasaan ini memang selayaknya kutukan—timbul di atas idealisme-idealisme elok
yang telah kubangun sejak lama.

Related posts:

Mahakarya

Oleh: Tamara Syabani Ahmad Aksara tak lagi punya daya pada palung itu, tempat spektrum cahaya ditenun menjadi hening. Ada rasi

Tunggu aku di jakarta

Oleh: Naufal Athalla Jabal Di kota yang tak pernah benar-benar terlelap,aku menunggu mu disini, menitipkan langkah pada jalanan panjang. Lampu-lampu

Anak Kedua dan Hari Kemenangannya

Oleh: Eka Anugrah Syawal (Pengurus LPMH-UH Periode 2025/2026) Ada Seorang Perempuan selalu percaya bahwa menjadi anak kedua berarti belajar berdiri

Penghitung Pengunjung Responsif

Total Pengunjung

...

Kunjungan Unik Hari Ini