web analytics
header

Asap Rokok Ganggu Kenyamanan di Sekretariat Lema FH-UH

Makassar, Eksepsi Online – (30/04) Aktivitas merokok di lingkungan Sekretariat Lembaga Kemahasiswaan (Lema) Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (FH-UH ) dikeluhkan sejumlah mahasiswa. Asap rokok di dalam ruangan dinilai mengganggu kenyamanan, mengingat sekretariat merupakan ruang tertutup yang digunakan bersama oleh berbagai unit kegiatan mahasiswa (UKM).

Rifki dari UKM Garda Tipikor menyampaikan bahwa bau asap rokok kerap tercium di area sekretariat, khususnya di sekitar beberapa ruangan UKM. Menurutnya, kondisi tersebut menimbulkan ketidaknyamanan bagi mahasiswa yang beraktivitas di sekretariat.

“Selama di Garda, kami sering menerima keluhan terkait asap rokok, terutama di sekitar HLSC dan DPM,” ujar Rifki.

Ia juga menilai respons sejumlah oknum perokok yang dinilai kurang kooperatif saat ditegur.

“Ketika ditegur, ada yang merespons dengan marah. Bahkan pernah ada senior yang datang ke Sekret Garda untuk melabrak setelah saya menyindir persoalan itu,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum UKM Hasanuddin Law Study Centre (HLSC), Ajril, menyatakan pihaknya juga merasakan adanya bau asap rokok, namun menegaskan tidak pernah ada aktivitas merokok di lingkungan HLSC.

“Kami juga merasakan bau asap rokok, tetapi sampai saat ini tidak pernah ada aktivitas merokok di HLSC, dan itu bisa saya pastikan,” tegas Ajril.

Ia menambahkan bahwa pengurus dan anggota HLSC dilarang merokok di dalam ruangan sebagai bentuk kepatuhan terhadap aturan dan penghormatan terhadap kenyamanan bersama.

Sementara itu, Ariya, salah satu anggota Gojukai, mengaku pernah melihat asap rokok berasal dari ruangan Sekretariat UKM Sepak Bola ketika pintu ruangan dalam keadaan terbuka.

“Pernah saya lihat saat Sekret UKM Sepak Bola terbuka, terlihat samar-samar asap mengepul keluar dari pintu,” ungkap Ariya.

Menanggapi hal tersebut, Fauzan selaku Ketua UKM Sepak Bola mengakui adanya oknum yang merokok di dalam sekretariat. Namun, ia mengaku mengalami kesulitan menertibkan anggotanya.

“Memang ada satu atau dua orang, tetapi mereka sering mengundang beberapa orang lain. Kami sudah menegur, tetapi teguran itu tidak diindahkan, sehingga kami masih mencari solusi,” jelas Fauzan.

Ia juga menyebut salah satu faktor yang memicu hal tersebut terjadi pada bulan puasa, ketika ada anggota yang memanfaatkan sekretariat sebagai tempat merokok agar tidak diketahui.

“Pada bulan puasa, ada yang tidak ingin ketahuan merokok, sehingga memanfaatkan sekretariat,” ujarnya.

Sebagai penutup, Ariya menyampaikan pentingnya kepatuhan terhadap aturan yang berlaku di lingkungan sekretariat Lema.

“Aturannya sudah jelas terpampang. Jadi tidak semestinya masih ada yang melakukan hal yang sudah jelas dilarang,” tutup Ariya. (XXL)

Related posts:

Penghitung Pengunjung Responsif

Total Pengunjung

...

Kunjungan Unik Hari Ini