Makassar, Eksepsi Online— Rabu (19/11) Lembaga Pers Mahasiswa Hukum Universitas Hasanuddin (LPMH-UH) resmi melaksanakan Festival Pers pada 16 November 2025. Setelah 119 hari panitia berproses, rangkaian acara akhirnya digelar di Makassar Creative Hub Losari di Kec. Ujung Pandang Kota Makassar. Sebagai bentuk perayaan kreativitas, intelektualitas, dan komitmen pers mahasiswa dalam memperkuat demokrasi.
Pada penyelenggaraan tahun ini, sebanyak 19 universitas berpartisipasi dalam berbagai cabang lomba Festival Pers. Kehadiran peserta dari beragam kampus menunjukkan kepedulian mahasiswa terhadap isu-isu jurnalisme dan kebebasan berekspresi.
“Tahun ini, sebanyak 19 universitas berpartisipasi dan mengikuti lomba Festival Pers. Tentunya kami berharap festival ini menjadi ruang belajar, ruang bertukar gagasan, dan wadah memperkuat posisi pers mahasiswa sebagai pilar demokrasi,” tutur Juwa selaku ketua panitia.
Festival tahun ini mengusung tema besar “Jurnalis Aksi: Pena ke Jalan”, sebuah tema yang lahir dari kegelisahan nyata di tengah dinamika ruang demokrasi.
“Tema dari Jurnalis Aksi: Pena ke Jalan berangkat dari berbagai represi yang saya baca melalui layar media sosial, saya lihat dengan mata telanjang, hingga yang saya rasakan sendiri sebagai bagian dari pers mahasiswa. Untuk itu, tema lomba ini berangkat dari keresahan yang saya himpun,” tambah Juwa.
Melalui festival ini, LPMH ingin menegaskan kembali pentingnya keberanian, solidaritas, dan integritas pers mahasiswa dalam menghadapi tantangan kebebasan pers. Tak hanya sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini diharapkan menjadi momen refleksi bersama bagi seluruh peserta untuk terus menjaga idealisme dan memperjuangkan suara publik.
Festival Pers LPMH berlangsung dengan berbagai agenda seperti talkshow, pameran karya jurnalistik, dan panggung bebas ekspresi. Panitia berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga pijakan untuk memperkuat gerakan pers mahasiswa ke depannya. (Jay)


