Rendahnya kesadaran anak sekolah dalam memilih jajanan sehat mendorong mahasiswa KKN-T Keamanan Pangan Gelombang 116 Universitas Hasanuddin menggelar program SIPAMAN di SMPN 1 Pa’jukukang, Bantaeng, Selasa (21/7). Bekerja sama dengan BPOM, edukasi yang diikuti 21 siswa ini bertujuan meningkatkan literasi keamanan pangan sejak dini.
Kegiatan diawali dengan pre-test sebelum pemateri memaparkan materi seputar Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS), jenis cemaran, serta dampaknya bagi kesehatan. Pembahasan disampaikan secara komunikatif melalui contoh makanan harian siswa.
Dalam sesi utama, mahasiswa mengenalkan prinsip 5 Kunci Keamanan Pangan di Sekolah dari BPOM, yang mencakup kebiasaan mengenali dan membeli pangan aman, membaca label, menjaga kebersihan, hingga melaporkan makanan berisiko. Siswa juga diajak menerapkan Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa) sebelum membeli makanan kemasan, serta membiasakan cuci tangan dan memilih penjual yang higienis.
Muhammad Rifial, mahasiswa KKN-T Unhas yang bertindak sebagai pemateri, menegaskan pentingnya kecermatan tersebut mengingat anak sekolah sangat rentan terpapar jajanan tidak sehat. “Sebelum membeli jajanan, biasakan memperhatikan kebersihan penjual, kondisi kemasan, label, izin edar, dan tanggal kedaluwarsa. Ketersediaan pangan tidak ada artinya jika tidak aman dikonsumsi,” ujarnya.
Edukasi diakhiri dengan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Melalui program SIPAMAN, tim KKN-T Unhas berharap para siswa dapat konsisten menerapkan kebiasaan memilih makanan yang aman, baik di sekolah maupun di rumah. (Pqi)


