Oleh:
Susi
Mahasiswa Fakultas Hukum Unhas Angkatan 2018
Bintang kini telah redup, langit mulai sendu
Aku tersenyum kemudian termenung
Lemah lalu menunduk
Wajah yang kian muram
Ragaku setengah dengan jiwa terduduk
Tangan menadah ampun pengilang dosa
Senyum mengambang lalu hilang
Helai perhelai rambut terjatuh
Hidung yang selalu kasmaran dengan tetes darah
yang kadang saja tampil menghias di atas bibir
Pun mata sayu menyimpan beribu-ribu butiran letih
Tak risau pada terpaan hujan yang merapuhkan
Tak kupedulikan hembusan angin yang mematahkan
Tak peduli kaki ini hancur terbakar bara dan pedihnya tertusuk duri.
Di balik semua…
Kupersempahkan tawa
Meski sedikit sendu
Hanya ingin semua berlalu indah penuh arti
Hingga nanti, ketika tiba – tiba langkahku terhenti
Aku tidak ingin semua sisa hidupku…



