web analytics
header

Mahakarya

Oleh: Tamara Syabani Ahmad

Aksara tak lagi punya daya pada palung itu, tempat spektrum cahaya ditenun menjadi hening. Ada rasi yang sengaja disembunyikan di balik selaput tipis, mengalirkan riwayat yang enggan tuntas dipahat jemari, sebuah kitab tanpa jilid yang terbuka di sela kedip.

Tak usah kau tanya di mana rima itu bersembunyi. Ia telah melarut dalam telaga yang paling purba, sebuah muara di mana seluruh lelah menemui titik, di mana fajar dan senja beradu dalam satu lingkaran fana, merayakan sunyi yang lebih benderang dari ribuan lentera.

Aku terperangkap dalam rotasi yang tak kasatmata, mengeja takdir yang tertulis di balik tirai kusam. Sebab di sana, segala definisi tentang keindahan telah lama karam, menyisakan jejak-jejak suci yang hanya bisa dibaca oleh detak, bukan oleh mata.

Related posts:

Bukan Aku yang Dipilih

Oleh: Rodiah Nurhafizah Aku sungguh mencintaimu dengan cara yang mungkin tak pernah kau minta.Menyimpan namamu,di antara doa-doa yang tak pernah

Maha Benar

Oleh: Juwa Ia lihai melahap hingga tak sempat bernafas, seolah makan ia sambil berlari. Terdengar seperti gurauan, sayang sekali, melakukannya

Penghitung Pengunjung Responsif

Total Pengunjung

...

Kunjungan Unik Hari Ini