web analytics
header

Runtuh

Oleh : Suci Rahmawati Rusli

Barangkali,
aku hanya terlalu lama bertahan.

Menyimpan sesak di balik senyum,
mengubur lelah di balik kata “aku baik-baik saja”,
hingga lupa rasanya menjadi seseorang
yang benar-benar baik.

Banyak harapan yang kutitipkan pada diriku sendiri.
Namun satu per satu jatuh,
meninggalkan sunyi yang sulit kujelaskan.

Aku lelah mengejar bayangan
dari versi diriku yang selalu ingin sempurna.
Lelah meminta maaf
karena belum mampu menjadi seperti yang kuinginkan.

Dan ada hal-hal yang tak pernah benar-benar pergi.
Kejadian-kejadian itu masih menetap,
datang tanpa permisi,
mengulang luka yang kupikir telah sembuh.

Katanya, waktu akan menyembuhkan.
Namun waktu hanya mengajariku
cara menyembunyikan rasa sakit
agar tak terlihat oleh siapa pun.

Malam ini,
izinkan aku runtuh.

Bukan karena aku menyerah,
melainkan karena pundakku terlalu lama
memikul beban seorang diri.

Dan jika esok aku masih sanggup berdiri,
itu bukan karena aku tak pernah hancur,
melainkan karena dari serpihan-serpihan inilah
aku sedang belajar menyusun diriku kembali

Related posts:

Aku Anak Pertama, “Perempuan”

Oleh: Rodiah Nurhafizah Aku anak pertama,“perempuan.” Lahir sebagai anak yang pertama kali mengenalkan ayah dan ibu pada arti menjadi orang

The Cure

Oleh: Khalilah Azalia Mumtazah Kuakui, aku datang kepadamu sebagai pecahan kaca.Dengan kepala yang dipenuhi ragu dan hati yang terbiasa luka,aku

Line Without a Hook

Oleh: Tamara Syabani Ahmad Barangkali kehilangan tidak selalu datang sebagai sesuatu yang terputus. Kadang, ia menyerupai dua garis yang setelah

Penghitung Pengunjung Responsif

Total Pengunjung

...

Kunjungan Unik Hari Ini