web analytics
header

Perempuan di awal Maret

Oleh: Fathir Triananda Junas

Wahai gadis bulan maret,
Sungguh banyak yang membuatku teringat akan dirimu.
Tenggelamnya matahari, dinginnya pasang laut.
Entah mengapa benang merahnya selalu ada pada pribadimu.

Telak kalahku akan memoria ini, oh, perempuan diawal maret.
Jalan yang kutempuh tak pernah sama tanpa dirimu.
Kuharapkan setapak ini penuh wangi almond parfummu.
Nyatanya cuma asap motor yang memenuhi jalan berpulangku.

Wahai jelita di dalam bulan maret, apakah kau ingat akan pantai malam itu?
Sungguh aku telah mempelajari pasang surutnya semenjak kau jauh.
Setiap buai angin telah membuatku teringat akan indahnya lukis wajahmu.
Membuat aku sesak diantara ikan yang memakanku hidup-hidup.

Wahai kasih di bulan maret,
Tak ada yang lain yang ingin kusampaikan.
Selain banyaknya namamu dalam sanubariku.

Related posts:

Aku Anak Pertama, “Perempuan”

Oleh: Rodiah Nurhafizah Aku anak pertama,“perempuan.” Lahir sebagai anak yang pertama kali mengenalkan ayah dan ibu pada arti menjadi orang

The Cure

Oleh: Khalilah Azalia Mumtazah Kuakui, aku datang kepadamu sebagai pecahan kaca.Dengan kepala yang dipenuhi ragu dan hati yang terbiasa luka,aku

Line Without a Hook

Oleh: Tamara Syabani Ahmad Barangkali kehilangan tidak selalu datang sebagai sesuatu yang terputus. Kadang, ia menyerupai dua garis yang setelah

Penghitung Pengunjung Responsif

Total Pengunjung

...

Kunjungan Unik Hari Ini