web analytics
header

Perempuan di awal Maret

Oleh: Fathir Trianandana Junas

Wahai engkau perempuan di awal Maret,
Maaf, hadiah tahun ini tak sama seperti yang lalu.
Aku tengah mengembara di jalan yang ingin kau tempuh,
Sangat sayang, di pengembaraan ini tak ada dirimu.

Wahai jelita di dalam bulan Maret,
apakah kau ingat akan pantai malam itu?
Sungguh, aku telah mempelajari pasang surutnya semenjak kau jauh.
Setiap buai angin telah membuatku teringat akanmu.

Wahai wanita yang berada di awal Maret,
Kuingin memberitahumu akan semua keluh seperti di masa lalu.
Namun, di puisi ini hanya satu yang kuingin kau tahu,
bahwa dalam doaku selalu kupanjatkan nama panjangmu.

Wahai gadis bulan Maret,
tak ada yang lain yang ingin kusampaikan,
selain banyaknya namamu dalam sanubariku.

Related posts:

Barangkali Kita Hanya Belum Sampai

Oleh: Khalilah Azalia M “Selingkuh, Ayah, Nak. Jangan mau sama laki-laki seperti ayahmu.”Kalimat itu diucapkan Ibu di sampingku, setelah semuanya

Runtuh

Oleh : Suci Rahmawati Rusli Barangkali,aku hanya terlalu lama bertahan. Menyimpan sesak di balik senyum,mengubur lelah di balik kata “aku

Antara Aku, Kamu, dan Samudra

Oleh: Khalilah Azalia M. Aku bertemu dengannya di bulan April, seperti berdiri di tepi laut yang tenang, tidak bergelombang, tidak

Penghitung Pengunjung Responsif

Total Pengunjung

...

Kunjungan Unik Hari Ini