Oleh: Rodiah Nurhafizah
Aku sungguh mencintaimu
dengan cara yang mungkin tak pernah kau minta.
Menyimpan namamu,
di antara doa-doa yang tak pernah kau tahu.
Aku kira,
selama aku bertahan,
akan ada hari ketika kau melihatku,
seperti aku melihatmu.
Ternyata aku salah.
Kau menemukan rumah di hati orang lain,
sementara aku masih berdiri di depan pintu,
yang bahkan tak pernah kau buka untukku.
Aku tidak marah karena kau memilihnya.
Aku hanya sedang belajar menerima kenyataan bahwa seseorang bisa menjadi seluruh isi hati kita,
sementara kita tidak pernah menjadi bagian dari hatinya.
Dan mungkin,
inilah bagian paling menyakitkan.
Aku masih mencintaimu,
tetapi untuk pertama kalinya,
aku harus belajar berhenti berharap pada seseorang,
yang tidak pernah berharap padaku.


