web analytics
header

Mungkin di Lain Rumah, Kita Tak Perlu Berlari

Oleh : Witry Nolanty

Kala itu, jemari tangan dan tapak kaki riang terayun
Dengan lembut angin menyapa
Membidik ke mana riuhnya kelana, ke mana singgahnya pertanda
Barangkali, kami salah baca pertanda.

Di antara ribuan tahun bertapak, rimba menggenggamku erat
Lihai jemari anak-anakku berkisar menghinggapi ranting, berayun sapa
Ku tuntun mereka berempati
Walau kalah dengan yang berambisi.

Jauh sebelum kalian merangkak, kaki ku lebih dulu bertapak
Kalian hidangkan panggangan di rimbaku
Tersisakan abu dan reruntuhan anak-anakku tak berdaya
Daksaku rapuh, terisak tangis merampas belantara.

Berakal katanya, menertawakan kaku tubuhku yang tersisa kaki untuk berlari
Dengan angkuh kalian sisakan nelangsa
Sumber nafas yang kalian hanguskan untuk keserakahan semata
Seolah dahaga tak berkesudahan.

‘Kan ku kecam tangan yang memanggil bara
Sebab kami bukan sekadar satwa dalam berita yang kehilangan rumah
Dan kalian sebut kami pengganggu
Kami diberi duka.

Kami salah baca pertanda
Mungkin di lain rumah,
kita tak perlu berlari untuk menepi, karena tamak yang tak jua reda.

Related posts:

Perempuan di awal Maret

Oleh: Fathir Triananda Junas Wahai gadis bulan maret,Sungguh banyak yang membuatku teringat akan dirimu.Tenggelamnya matahari, dinginnya pasang laut.Entah mengapa benang

Barangkali Kita Hanya Belum Sampai

Oleh: Khalilah Azalia M “Selingkuh, Ayah, Nak. Jangan mau sama laki-laki seperti ayahmu.”Kalimat itu diucapkan Ibu di sampingku, setelah semuanya

Runtuh

Oleh : Suci Rahmawati Rusli Barangkali,aku hanya terlalu lama bertahan. Menyimpan sesak di balik senyum,mengubur lelah di balik kata “aku

Penghitung Pengunjung Responsif

Total Pengunjung

...

Kunjungan Unik Hari Ini