web analytics
header

Maha Yang Kedua

Sumber: Pinterest
Sumber: Pinterest
Sumber: Pinterest

Oleh: Aunistri Rahima MR

Pengurus LPMH-UH Periode 2022-2023

Aku ini Tuan tanpa harta,
yang tidak kaya, 
yang miskin kata kata.

Namun, kalau kautanya,
apa yang kupunya dan begitu berharga?
Aku menjawab:
Aku punya mulut yang tidak tahu caranya diam,
yang jujur dan tidak mengada-ngada.
Aku punya kepala yang riuh akan kritik,
yang tidak apatis namun realistis.

Di tanganku kugenggam benda pusaka,
dari nenek moyangku yang tak tahu cara menggunakannya.
Di genggamanku aku bisa menurunkanmu.
Membuatmu malu akan tingkahmu,
yang biadab yang tak tahu aturan.
Ketikanku mampu memanggil banyak manusia.
Kau yang ada di singgasana tidak akan berkutik apa apa.
Kalau aku kaubungkam,
kupanggil teman lain.
Temanku yang miskin,
yang lebih paham kapan harus bersuara,
kapan harus berteriak.

Aku ini Maha Yang Kedua,
yang kausuruh diam dan duduk tenang saja,
tapi kautindas pelan pelan,
engkau intervensi sana sini,
yang kausuguhkan umpan-umpan
agar tumpul kritikanku,
agar diam mulut ganasku.

 

Related posts:

Mahakarya

Oleh: Tamara Syabani Ahmad Aksara tak lagi punya daya pada palung itu, tempat spektrum cahaya ditenun menjadi hening. Ada rasi

Tunggu aku di jakarta

Oleh: Naufal Athalla Jabal Di kota yang tak pernah benar-benar terlelap,aku menunggu mu disini, menitipkan langkah pada jalanan panjang. Lampu-lampu

Anak Kedua dan Hari Kemenangannya

Oleh: Eka Anugrah Syawal (Pengurus LPMH-UH Periode 2025/2026) Ada Seorang Perempuan selalu percaya bahwa menjadi anak kedua berarti belajar berdiri

Penghitung Pengunjung Responsif

Total Pengunjung

...

Kunjungan Unik Hari Ini