web analytics
header

Final Ko-Kurikuler Debat Hukum dan Konstitusi: Wadah Mengasah Keterampilan Insan Yuris

Sumber: Dokumentasi Panitia Pelaksana

Makassar, Eksepsi Online (12/12) — Penutupan Ko-Kurikuler Debat Hukum dan Konstitusi yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Lembaga Debat Hukum dan Konstitusi Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (UKM LeDHaK FH-UH) dihelat di Sekolah Pascasarjana UH pada Sabtu (7/12). Agenda tersebut sebagai penanda puncak dari serangkaian pelatihan intensif yang dirancang untuk membentuk mahasiswa baru agar menjadi generasi pendebat hukum yang andal.

Kegiatan ini memberikan pengalaman berharga kepada para peserta sebagai bagian dari kurikulum wajib bagi mahasiswa baru. Tidak hanya mengajarkan mengenai berdebat, tetapi juga pembekalan analisis kritis, logika hukum, dan seni retorika.

Alvian Parangkalipu selaku Kepala Sekolah Ko-Kurikuler menyampaikan terkait pentingnya kemampuan debat dalam dunia hukum.

“Melalui kegiatan ini, saya berharap semangat berpikir kritis dan cinta terhadap hukum konstitusi terus dipupuk,” ungkapnya.

Alvian juga menambahkan kepada peserta Ko-Kurikuler agar tidak pernah bosan belajar dan juga mengasah kemampuan untuk menjadi pendebat yang handal, dengan mana salah satu caranya adalah bergabung di rumah paripuna UKM LeDHaK FH-UH.

“Kami tunggu teman-teman mahasiswa baru di PRO, KONTRA, dan SEPAKAT,” tambah Alvian.

Ketua Umum LeDHaK FH-UH, Nanda Fahrezi Mappakanro, turut berpesan kepada peserta bahwa LeDHaK FH-UH siap mewadahi setiap proses sampai menuju insan yang paripurna.

“Ko-Kur telah usai, selamat telah menyelesaikan 1 SKS di tempat terbaik, tempat yang paling paripurna. Semoga final ini tidak menandai akhir perjalanan, tapi justru sebagai pintu untuk selalu berproses kedepannya. Teruslah belajar, dan LeDHaK FH-UH siap mewadahi setiap proses merangkak, berjalan, berlari, dan mendaki kita semua menuju Insan Paripurna.”

Melalui Ko-Kurikuler tersebut, para peserta diharapkan tidak hanya sekadar menyelesaikan kewajiban akademik mereka, namun terus belajar mengasah kemampuan dalam berdebat dan berargumen dengan logis dan terstruktur. Sehingga diharapkan mampu menjadi insan yuris yang bernalar kritis. (Her)

Related posts:

Penghitung Pengunjung Responsif

Total Pengunjung

...

Kunjungan Unik Hari Ini