web analytics
header

Tangan Besi Perengut Rezeki

Sumber: Dihasilkan Menggunakan Akal Imitasi (AI)

Oleh: Muhammad Supardi

Di balik meja kekuasaan kau duduk dengan angkuh,
Dengan tangan-tangan besimu, tinta hitam kau gores mencoret harapan.
Ketukan palumu menghancurkan segalanya
Selalu untuk untungmu, bukan untuk kami yang menanti di luar ruang.

Tangan besimu menekan keras, menutup pintu, merobek kertas,
Rezeki yang dulu mengalir tenang, kini mengering dalam genggamanmu yang beringas.
Dingin dan membatu, tangan itu menghancurkan ladang,
Menutup rezeki, menghapus senyum di wajah-wajah yang berharap terang.

Di lorong gelap, mereka meratapi nasib,
Mencari secercah rezeki demi sesuap nasi.
Di sudut jalan, di bawah lampu merah,
Isak tangis para pencari nafkah menggema lirih di angin malam.

“Di mana keadilan? Di mana nurani?”
Tanya mereka yang tak lagi memiliki kendali.
Saat kuasa menjadi Tuhan,
Dan tangan besi menulis takdir dengan sewenang-wenang.

Related posts:

Montauk

Oleh: Juwa Ampas kopi kau dan aku! Ah, aku menemukan cara baru untuk mengutuk rasa. Aku tak dapat menahan buncah

RENJANA

Oleh: Nur Muhammad Ikram Dulu, aku adalah pengelana di antara sisa-sisa malam,mencari arti di balik sunyi yang teramat dalam.Tak ada

Mahakarya

Oleh: Tamara Syabani Ahmad Aksara tak lagi punya daya pada palung itu, tempat spektrum cahaya ditenun menjadi hening. Ada rasi

Penghitung Pengunjung Responsif

Total Pengunjung

...

Kunjungan Unik Hari Ini