web analytics
header

Jangan sampai Koperasi Sengaja Dibunuh dengan Sistematis

Makassar, Eksepsi Online– Keberadaan koperasi dari hari ke hari seolah tidak diindahkan lagi sehingga yang menjadi ketakutan adalah koperasi sengaja dibunuh secara sistematis dengan adanya rekayasa sosial, sehingga hal tersebut dapat memecah belah rakyat. “Jangan sampai koperasi sengaja dibunuh dengan sistematis,” papar Revrisond Baswir selaku Komisaris Bank Nasional Indonesia (BNI)

Revrisond juga memaparkan secara filosofis bahwa tanpa sadar sistem perekonomian di Indonesia kini adalah ekonomi kolonial sisa-sisa penjajahan kolonialisme yang kekuasaannya terkonsentrasi di tangan para pihak kapitalis. “Ekonomi kolonial digambarkan sebagai kekuasaan yang hanya terkonsentrasi pada segelintir orang,” ujarnya.

Oleh karena itu, ekonomi kerakyatan yang sesuai dengan amanah Pasal 33 ayat (1) UUD NRI 1945 hadir untuk menggeser kekuasaan ekonomi yang mana rakyat dapat ikut andil dalam perekonomian Indonesia yang menganut asas kekeluargaan. Asas kekeluargaan yang dianut oleh ekonomi kerakyatan menurutnya terjawab dengan adanya koperasi yang prinsipnya, kekuasaan tertinggi berada ditangan rakyat serta mampu menjadi antitesis dari corak-corak perusahaan kapitalis.

Narasumber lain yakni Abdul Haris selaku Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Selatan menimpali bahwa pemerintah telah berusaha melakukan berbagai usaha untuk melibatkan peran masyarakat yang salah satunya adalah memperkenalkan kepada anak-anak muda untuk menjadi wirausaha serta membuka cabang diberbagai daerah untuk menjadi salah satu lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Tetapi yang terjadi bahwa koperasi minim dalam hal sumber daya manusia padahal unsur terpenting dalam mewujudkan asas kekeluargaan dan menyampingkan sistem perusahaan dengan partisipasi rakyat, “Masyarakat tak acuh untuk bergabung dengan koperasi,” tutur Haris.

Keduanya berharap agar ekonomi kerakyatan merupakan salah satu jawaban dari permasalahan ekonomi di Indonesia yang disampaikan diakhir pemaparannya dalam acara seminar nasional pada Sabtu (2/4) di Gedung IPTEKS Universitas Hasanuddin dengan tema “Revitalisasi Ekonomi Kerakyatan dalam Mewujudkan Kemakmuran Rakyat” yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Ekonomi (HIMAJIE).

Ditemui seusai seminar, Eka Kaharuddin selaku ketua panitia mengatakan acara tersebut merupakan rangkaian terakhir dari National Economic Fair for Our Ideas (Neforia) yang kelak akan menjadi program tahunan HIMAJIE, “Insya Allah Neforia akan jadi program tahunan dan akan kembali mengawal isu-isu nasional,” ucapnya.

Kaharuddin pun menuturkan tema yang diusung merepresentasikan keinginan HIMAJIE untuk membangkitkan kembali ekonomi kerakyatan dari mati suri yang menurutnya telah dilupakan oleh masyarakat bahwa sistem perekonomian Indonesia sebenarnya adalah ekonomi kerakyatan. Bahkan lanjutnya, masyarakat kini semakin individual dan modern sehingga apatis terhadap lingkungan sekitar. (Ast/Rst)

Related posts:

Penghitung Pengunjung Responsif

Total Pengunjung

...

Kunjungan Unik Hari Ini