web analytics
header

Inanimis

Pernah kulihat,

seseorang menyuluhkan ketenangan

Tetapi gelisah saat petaka menyergapinya

Pernah kujumpai,

Pemuda yang lihai berkata

Tetapi lalai dalam perbuatannya


Kini aku temui lagi

Tua bangka berkata-kata

Berbicara tentang rakyat

Tentang korupsi

Tentang gelandangan pengemis

Di atas kursi empuk

Berhawa pendingin dan parfum ruangan


Jiwanya mati

Tak mampu lagi meresapi


Akhirnya,

Setiap kata hanya payau terasa.


~Fhariet Lie

Related posts:

Aku Anak Pertama, “Perempuan”

Oleh: Rodiah Nurhafizah Aku anak pertama,“perempuan.” Lahir sebagai anak yang pertama kali mengenalkan ayah dan ibu pada arti menjadi orang

The Cure

Oleh: Khalilah Azalia Mumtazah Kuakui, aku datang kepadamu sebagai pecahan kaca.Dengan kepala yang dipenuhi ragu dan hati yang terbiasa luka,aku

Penghitung Pengunjung Responsif

Total Pengunjung

...

Kunjungan Unik Hari Ini