web analytics
header

Nasib Seorang Tuna Wisma

Oleh : Risna Rasyid
Kering sudah rasanya bumi ini
Menelusuri jalan demi secuil kehidupan
Menikmati sisa dari orang yang ada
Langit biru menjadi atap rumah
Tanah kering berdebu sebagai lantai
Selembar koran menjadi selimut
Di tengah dinginnya malam
Menangis meratapi nasib
Nasib Seorang Tuna Wisma
Kolong jembatan sebagai naungan
Panasnya terik matahari
Dinginnya hebusan  air hujan
Nasib seorang Tuna Wisma
Hidup berkelana mengharap naungan
Mengais kehidupan
Mengharap belas kasihan

Related posts:

Antara Aku, Kamu, dan Samudra

Oleh: Khalilah Azalia M. Aku bertemu dengannya di bulan April, seperti berdiri di tepi laut yang tenang, tidak bergelombang, tidak

Gelisah yang Tak Bertuan

Oleh: Muhammad Supardi Ia pernah menanam harapdi halaman hati yang bukan miliknya,menyiramnya dengan kata-kata manis,meneduh di bawah bayang janjiyang ia

Montauk

Oleh: Juwa Ampas kopi kau dan aku! Ah, aku menemukan cara baru untuk mengutuk rasa. Aku tak dapat menahan buncah

Penghitung Pengunjung Responsif

Total Pengunjung

...

Kunjungan Unik Hari Ini