web analytics
header

Puisi : Rindu? Aku takut dilupakan!

Oleh Muhammad Aldi Sido (ASAS 2013 Fakultas Hukum Unhas)

 

Aku tidak takut bicara tentang rindu.
karena ia hanya tentang jarak-jarak,
dan hitungan satu, dua, tiga waktu,
yang bisu.

Aku hanya takut dilupakan,
Sama seperti orang buta yang takut pada kegelapan.

Aku takut,
Dimana akan tiba saatnya,
Ketika kita semua akan mati, dan dilupa.

Akan tiba saatnya ketika tidak ada lagi manusia yang tersisa untuk mengingat bahwa manusia pernah merindukan sesuatu. Tidak akan ada siapapun yang mengingat bahwa Fatimah pernah merindukan Ali, atau Gie yang pernah melamun merindukan Semeru.

Semua sajak yang kita ciptakan, tuliskan, pikirkan, dan temukan akan terlupakan. Dan semua itu, tidak akan ada artinya.

Mungkin saat itu akan segera tiba,
mungkin pula masih jutaan tahun lagi,
tapi seandainya pun kita mampu bertahan hidup dari keberingasan alam ini, kita tidak akan bertahan selama-lamanya.

Akan tiba masanya dimana semuanya akan menghilang dari kesadarannya, dan jika saat itu tiba, Aku ingin menjadi seperti manusia lainnya yang mengabaikan.

Karena Tuhan tahu,
Itulah yang dilakukan semua orang lainnya.

 

Pemenang Malam Puisi di Line Eksepsi Online (30 Like)

ID Line : Eksepsi Online/@gob7706n

Related posts:

Mahakarya

Oleh: Tamara Syabani Ahmad Aksara tak lagi punya daya pada palung itu, tempat spektrum cahaya ditenun menjadi hening. Ada rasi

Tunggu aku di jakarta

Oleh: Naufal Athalla Jabal Di kota yang tak pernah benar-benar terlelap,aku menunggu mu disini, menitipkan langkah pada jalanan panjang. Lampu-lampu

Laba-laba

Penulis : Muhammad Fauzan MB Ada hari ketika aku menyadari betapa buruknya aku menjaga diri sendiri. Terlalu sering membiarkan perasaan

Penghitung Pengunjung Responsif

Total Pengunjung

...

Kunjungan Unik Hari Ini