web analytics
header

Laba-laba

Penulis : Muhammad Fauzan MB

Ada hari ketika aku menyadari betapa buruknya aku menjaga diri sendiri.

Terlalu sering membiarkan perasaan bermain dengan logikanya sendiri,

berharap ia akan lelah dan pergi dengan sendirinya.

Aku terbiasa menunda kejujuran,

menyamarkan keretakan dengan kalimat indah dan diam yang kupanggil dewasa.

Dari luar tampak tenang, hampir meyakinkan, padahal di dalam segala sesuatu berjalan tanpa arah,

saling bertabrakan tanpa pernah mencapai kesimpulan.

Aku pandai melukai diri sendiri, tanpa bantuan siapapun.

Harapan kugenggam terlalu erat sampai remuk oleh tanganku sendiri

Lalu kusalahkan dunia karena tak menyediakan petunjuk yang jelas.

Aku menuntut pengertian dari hidup, namun menolak memahami diri sendiri.

Setiap kegagalan kusebut nasib, setiap ketakutan kusembunyikan di balik kebiasaan berpura-pura kuat.

Aku tahu betapa buruknya itu, tetapi terus mengulanginya,

seolah rasa sakit adalah satu-satunya bahasa yang benar-benar kupahami.

Related posts:

Aku Anak Pertama, “Perempuan”

Oleh: Rodiah Nurhafizah Aku anak pertama,“perempuan.” Lahir sebagai anak yang pertama kali mengenalkan ayah dan ibu pada arti menjadi orang

The Cure

Oleh: Khalilah Azalia Mumtazah Kuakui, aku datang kepadamu sebagai pecahan kaca.Dengan kepala yang dipenuhi ragu dan hati yang terbiasa luka,aku

Line Without a Hook

Oleh: Tamara Syabani Ahmad Barangkali kehilangan tidak selalu datang sebagai sesuatu yang terputus. Kadang, ia menyerupai dua garis yang setelah

Penghitung Pengunjung Responsif

Total Pengunjung

...

Kunjungan Unik Hari Ini