web analytics
header

Terima Kasih

Sumber: Pinterest

Oleh: Muhammad Fauzan MB

Ragu menyerupai kabut yang mengunci pandangan, menyisakan langkah-langkah kecil yang gemetar menuju arah yang tak pasti.
Getar hatiku kerap ditimbang dunia, diletakkan di neraca yang seolah selalu condong pada kekurangan.

Bisikanmu menunda keruntuhan, menyulap gelisah menjadi langit yang tenang di dalam dadaku.
Dekapanmu menjadikan kekosongan berwujud rumah, tempat segala takut akhirnya menemukan nama.

Kehadiranmu menjawab pertanyaan yang tak pernah selesai, membuat segala keraguan runtuh tanpa perlawanan.
Cinta ini berdiri di atas penerimaanmu, serta di antara segala hal yang meragukan
Aku menemukan diriku diterima sepenuhnya olehmu.

Terima kasih telah menerima segala rapuhku, menahannya seolah bagian dari indahmu.
Terima kasih karena tak pernah melepaskan, bahkan ketika dunia menawarkan seribu alasan untuk menyerah.
Cinta ini akan tinggal, hingga sisa napas terakhir menjelma debu, tetap bersama, selamanya.

Bila debu akhirnya kembali pada tanah
izinkan cintaku menetap di sisimu lebih lama dari usia.
Tak ada yang lebih kuinginkan selain terus menjadi saksi
bahwa dalam hidup yang singkat
Aku dan mungkin Kamu memilih untuk selamanya.

Related posts:

Antara Aku, Kamu, dan Samudra

Oleh: Khalilah Azalia M. Aku bertemu dengannya di bulan April, seperti berdiri di tepi laut yang tenang, tidak bergelombang, tidak

Gelisah yang Tak Bertuan

Oleh: Muhammad Supardi Ia pernah menanam harapdi halaman hati yang bukan miliknya,menyiramnya dengan kata-kata manis,meneduh di bawah bayang janjiyang ia

Montauk

Oleh: Juwa Ampas kopi kau dan aku! Ah, aku menemukan cara baru untuk mengutuk rasa. Aku tak dapat menahan buncah

Penghitung Pengunjung Responsif

Total Pengunjung

...

Kunjungan Unik Hari Ini