web analytics
header

RENJANA

Oleh: Nur Muhammad Ikram

Dulu, aku adalah pengelana di antara sisa-sisa malam,
mencari arti di balik sunyi yang teramat dalam.
Tak ada peta yang kubawa, selain rindu yang hampir beku,
menanti titik terang yang mampu meredam gelisahku.

Tak ada aba-aba, kau datang meretas segala jarak,
menghentikan badai yang dulu membuat duniaku retak.
seluruh tanya yang kucari di gelap malam kini terjawab,
pada satu wajah yang membuat seluruh logikaku lesap.

Seluruh angkuhku tak berdaya oleh senyum sederhana,
bahkan bumi pun lupa cara berotasi ketika senyummu berseri.
dimatamu, kutemukan semesta yang lebih tenang dari pagi,
sebuah pelabuhan terakhir, bagi hati yang lelah berlari.

Maka biarkan aku menetap diteduh tatapmu,
melipat jarak yang pernah membuatku jemu.
sebab kini, pencarianku telah sampai pada usai,
di pelukanmu, segala resah akhirnya melantai.

Related posts:

Antara Aku, Kamu, dan Samudra

Oleh: Khalilah Azalia M. Aku bertemu dengannya di bulan April, seperti berdiri di tepi laut yang tenang, tidak bergelombang, tidak

Gelisah yang Tak Bertuan

Oleh: Muhammad Supardi Ia pernah menanam harapdi halaman hati yang bukan miliknya,menyiramnya dengan kata-kata manis,meneduh di bawah bayang janjiyang ia

Montauk

Oleh: Juwa Ampas kopi kau dan aku! Ah, aku menemukan cara baru untuk mengutuk rasa. Aku tak dapat menahan buncah

Penghitung Pengunjung Responsif

Total Pengunjung

...

Kunjungan Unik Hari Ini