web analytics
header

Montauk

Oleh: Juwa

Ampas kopi kau dan aku! Ah, aku menemukan cara baru untuk mengutuk rasa. Aku tak dapat menahan buncah rasa yang semestinya hambar, mulai besok, aku akan lebih banyak minum kopi tanpa gula untuk memahami bagaimana mestinya hambar itu, setelah makan siang aku tidak akan berpikir mengecap teh manis lagi, aku akan mencoba teh tawar atau air putih.

Jika saja laut terasa hambar, mungkin aku tak akan pernah lupa… Bagaimana aku mulai menatap kelam matamu dengan cara yang berbeda. Ada saja hal yang akan membuatku teringat, bahkan ketika kau mungkin akan hidup bersama ikan-ikan di laut, itu cukup untuk mengingatkanku bahwa kau dan aku begitu berbeda, dan perlu kau ketahui… Lagi-lagi aku tak akan melupa.

Kini laut, langit, bahkan ransel milikku dapat membuatku teringat, betapa membirunya rasa ini ketika kuletakkan padamu… Semestinya dari awal ia tak pernah tertanam elok, entah siapa dan bagaimana aku luput dan membiarkannya menjalar, seolah mengambil alih pikir dan rasa yang mestinya dirajai logika.

Sungguh! Anyelir merah untukmu.

Related posts:

Runtuh

Oleh : Suci Rahmawati Rusli Barangkali,aku hanya terlalu lama bertahan. Menyimpan sesak di balik senyum,mengubur lelah di balik kata “aku

Antara Aku, Kamu, dan Samudra

Oleh: Khalilah Azalia M. Aku bertemu dengannya di bulan April, seperti berdiri di tepi laut yang tenang, tidak bergelombang, tidak

Gelisah yang Tak Bertuan

Oleh: Muhammad Supardi Ia pernah menanam harapdi halaman hati yang bukan miliknya,menyiramnya dengan kata-kata manis,meneduh di bawah bayang janjiyang ia

Penghitung Pengunjung Responsif

Total Pengunjung

...

Kunjungan Unik Hari Ini