web analytics
header

Keadilan Milik Siapa?

Oleh: Wriftsah Qalbiah

(Pengurus LPMH Periode 2023)

…

Layaknya sampah yang terbuang

Perempuan selalu menjadi yang tersisihkan

Berjuang di bawah bayang-bayang.

Dianggap tak punya kuasa

Hanya karena rasa tak terima.

Di kala mencoba untuk menjadi lebih baik

Namun, kerap kali hal itu terabaikan.

Selalu dipandang sebelah mata

karena tak punya kuasa.

Dendam dan kebencian merajalela

Membiarkan ego menguasai diri.

Penindasan ada di mana-mana

Tak ada celah untuk mengaduh nasib

Jerit tangis pilu kerap terdengar di telinga.

Mereka dihakimi tanpa belas kasih

hanya karena mereka terlahir sebagai perempuan.

Related posts:

Aku Anak Pertama, “Perempuan”

Oleh: Rodiah Nurhafizah Aku anak pertama,“perempuan.” Lahir sebagai anak yang pertama kali mengenalkan ayah dan ibu pada arti menjadi orang

The Cure

Oleh: Khalilah Azalia Mumtazah Kuakui, aku datang kepadamu sebagai pecahan kaca.Dengan kepala yang dipenuhi ragu dan hati yang terbiasa luka,aku

Line Without a Hook

Oleh: Tamara Syabani Ahmad Barangkali kehilangan tidak selalu datang sebagai sesuatu yang terputus. Kadang, ia menyerupai dua garis yang setelah

Penghitung Pengunjung Responsif

Total Pengunjung

...

Kunjungan Unik Hari Ini